Beberapa waktu yang lalu, datacenter yang menghosting salah satu server saya mengirimkan sebuah surat yang mengejutkan – DMCA notice dari Lionsgate Films.Â
Surat tersebut menuduh bahwa server saya telah terlibat dalam pembajakan salah satu film mereka, yaitu Transporter 3. Sebuah tuduhan yang sangat serius. Ditambah lagi bahwa server saya tersebut berada di Amerika, sehingga bisa diproses berdasarkan hukum mereka (yang ngawur berat itu).
Masalahnya :
(1) Saya tidak pernah membajak film tersebut 😀
(2) Server tersebut masih kosong, jadi tidak mungkin hal tersebut dilakukan oleh customer saya
Sekedar meyakinkan, saya lakukan search terhadap seluruh isi hard disk server tsb, dan hasilnya memang bersih. Lalu sambil nyengir, saya kirimkan hasilnya ke datacenter saya, yang menerimanya sambil nyengir juga 🙂 sepertinya ini bukan kejadian yang pertama kali, he he.
Ajaib – memang IP address yang tercantum di surat tersebut adalah milik server saya. Tapi padahal kan tidak ada pelanggaran yang saya lakukan. Ha ha ha… Â 😀 Â sekedar mendeteksi IP address saja tidak becus.Â
Jadi bergidik membayangkan kalau saya adalah warga Amerika – dan kena tuduhan yang keliru seperti ini. Hidup saya bisa hancur berantakan (untunglah nenek Sarah mendapat bantuan dari EFF), walaupun saya tidak melakukan kesalahan apapun.
Anyway, ini adalah salah satu alasan saya sangat mendukung gerakan Creative Commons. Nyaris seluruh foto saya di flickr.com berlisensi bebas. Juga seluruh artikel di blog ini.
Konten yang bebas bisa sangat bermanfaat bagi sangat banyak orang. Saya sudah merasakannya sendiri. Dan karena itu juga berusaha memberikan kontribusi dalam hal ini.Â
Tidak itu saja – konten yang bebas juga menguntungkan pemiliknya secara finansial. Ini sudah terbukti berkali-kali selama puluhan tahun.
Contoh: dulu para pemilik kontek protes bahwa VHS / betamax adalah sarana pembajakan. Kemudian mereka menyadari bahwa ini adalah pangsa pasar baru.
Maka  kemudian selama puluhan tahun, mereka meraup keuntungan yang sangat besar dari sini.
Ketika stasiun radio mulai bermunculan, para pemilik konten protes. “Ini adalah pembajakan konten kami, untuk keuntungan para pemilik stasiun radio!“, begitu kira-kira protes mereka.
Belakangan mereka menyadari bahwa ini adalah promosi gratis. Â Lagu yang sering diputar di radio cenderung mengalami peningkatan penjualan. Maka kemudian malah terjadi kongkalikong antara pemilik konten dengan pemilik/jaringan stasiun radio – untuk mendongkrak penjualan lagu tertentu.
Walaupun tetap saja mereka berusaha mendapatkan “uang preman” dari stasiun radio…. *sigh*, human’s greed know no bound, indeed.
Di tengah berbagai kekonyolan ini, sebuah kelompok yang terkenal dengan kekonyolannya malah melakukan sesuatu yang brilian.Â
Luar biasa – kru Monty Python menyediakan berbagai klip videonya di Youtube.com, dan mengakibatkan peningkatan penjualan DVD Monty Python sampai 23000% !
Di zaman elektronik ini, ada banyak kesempatan. Dan yang akan menang adalah mereka yang kreatif. Kru Monty Python mungkin konyol, tapi mereka bukan orang bodoh & rakus. Maka mereka bisa meraup keuntungannya.
Posting ini saya cantumkan juga di kategori OpenSource, karena ini adalah juga bagian dari keterbukaan. Open software, Open content, malah juga Open hardware — keterbukaan adalah hal yang penting bagi peradaban manusia.Â
Selama beribu-ribu tahun, manusia selalu saling membagi penemuan mereka. Sehingga peradaban manusia bisa berkembang tanpa perlu mengulang-ulang melakukan hal yang sama. Dan semua penemuan jadi bisa bermanfaat bagi semua pihak – bukan cuma untuk segelintir orang saja.Â
Selamat dan salut sekali lagi kepada kru Monty Python. Semoga teladan yang baik ini bisa ditiru oleh kita semua !
Terlampir adalah surat DMCA dari Lionsgate Films :)Â
Â