All posts by sufehmi

Bemo Live

Kemarin ini seorang veteran jaringan BBS / Bemo Net (aka the original junkers network) kembali muncul. Masih tetap dengan inisial *MR* . Dan, kawan-kawan lainnya masih tetap ngelaba juga… *gdubrak* oi, sadar euy, rambut sudah pada mulai putih dan buntut sudah panjang, ha ha. πŸ˜€
.
Terlampir satu cuplikan diskusinya untuk pelepas stress Anda :
.

From: “* MR *”
Date: Tue, 1 May 2007 18:15:52 -0700 (PDT)
Subject: [batavia] produk

Yang punya baru satu belon tau ya… X-P
biarpun pabriknya sama, spec hardwarenya sama, OSnya beda2 lho

anakku yang pertama WINDOWS, user friendly banget πŸ™‚
yang kedua rada rewel, model2 DOS, ga bisa multitasking, kadang masih ngehang
yang ketiga keliatannya LINUX kali.. masih belon jelas.. belon satu taun dirakitnya

he..he

*MR*

—– Original Message —-
From: Indra Pramana
To: bemo-batavia@yahoogroups.com

Bikin lagi aja Don… gitu aja kok repot… *ala GusDur*

πŸ˜€ πŸ˜€

-ip-

At 02:13 PM 5/1/2007, Donny Hariadi wrote:
>Hehehe… Gue juga baru satu. Tapi itu kejadian 2 tahun yang lalu… Di
>Asih juga. Di mana2x spec hardware-nya sama koq. OS-nya juga udah
>standard. Tinggal loe programnya gimana… Hehehe… Gue jadi kangen
>masa2x anak gue umur segitu… :p
>

>Boyke Bader Brillianto wrote:
> >
> > Anak pertama don…. masih pemula bgt gw nih….
> > Pulang dari rumah sakit gw shock karena ternyata gak dikasih Operation
> > Manual-nya untuk baby gw….
> > Padahal gw paling seneng kalo punya maenan baru, apakah itu gadget,
> > hape, games, dll yg pertama gw buka adalah manualnya.
> > Gw cari2 di internet juga blm dapet tuh .pdf nya yg lengkap…
> > Ada 1 yg paling mirip malah manualnya tamagotchi.. .simple banget
> > teorinya, misalnya kasih makan, bersihin popok, tidurin, mandiin, that’s
> > it…
>
> > Tapi prakteknya banyak inconsistent variables… .. ujung2nya pake
> > trial-n-error concept aja deh hehehe.

From: “Abimanyu P.K. Wachjoewidajat”
Date: Tue, 1 May 2007 17:03:54 +0700

wah nama M*r*a R*g**a akhirnya nungul lagi di wahana bemo.. tapi ini si M yang asli atau singkatan Moyke Rader? :)) :)) :))

Abi

—–Original Message—–
From: bemo-batavia@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, May 01, 2007 11:39 AM

bukannya *Matahari dan Rembulan* ? he..he…
iya iyah bener…
btw.. dulu masih bisa begadang bbs-an pabanyak-banyak mail
sekarang udah punya anak 3… ga ada waktu πŸ™‚
ini kebetulan di tempat kerja ada internet online 24 jam, jadi kalo pas ada waktu,
nyempet2in melihat ‘dunia’

*MR*

On 01/05/07, * MR * wrote:

wah selamat.. selamat…
ngomong2… semua udah pada punya anak istri neehh?

*MR*

—– Original Message —-
From: Indra Pramana
To: bemo-batavia@ yahoogroups. com

Dear all,

Tentu masih inget dengan rekan kita Boyke Bader yang dulu aktif di
BBS dan Bemonet, kan? πŸ™‚ Berikut adalah berita gembira dari beliau.

Selamat. πŸ™‚

-ip-

>From: “Boyke Bader Brillianto”

>Date: Mon, 30 Apr 2007 16:42:49 +0700
>Subject: [gd508] New Member
>
>Guys,
>
>Sekedar mau kasih kabar gembira nih…
>
>Telah hadir anggota terbaru gd508 executive club, hasil jerih payah
>saya dan istri pada hari kartini tgl 21 April 2007, pukul 17:26 WIB di RS Asih
>Kebayoran Baru, dgn prosedur
>spontan dgn bobot 3000 gram dan panjang 49 cm. Namanya Neshandra.
>
>Terima kasih atas doanya, dan mohon maaf bagi yang baru menerima
>kabar hari ini, kebetulan baru bertemu dgn internet hari ini,
>setelah cuti seminggu penuh.
>
>Tapi tidak ada kata terlambat untuk memberi kado atau bentuk ucapan
>selamat dalam bentuk materi lainnya. PO BOX dapat dibuka sewaktu2 di
>area Starbucks, Coffee Bean atau tempat2 keriaan lainnya di Jakarta.
>
>Hormat kami,
>
>Boyke & Istri

Bazaar @ Taman Permata 2 (Bintaro)

Akhirnya hari ini tiba – saatnya berjualan ! Anak-anak bangun dengan antusias dan segera mandi. Papanya baru sadar bahwa masih ada daftar harga yang belum dicetak, dan buru-buru mempersiapkannya sebelum bazaar dimulai πŸ˜› yaitu pukul 08:00

Beberapa minggu yang lalu kami cukup terkesan menerima undangan untuk mengikuti bazaar di kompleks kami yang kecil ini. Memang warga disini cukup kompak, dan inilah salah satu hasilnya. Kami segera mendaftar. Lalu saya katakan kepada Helen, bahwa ini kesempatan kita untuk mulai memperkenalkan dunia “nyata” kepada anak-anak, yaitu bidang perdagangan. Kami sepakat, dan mulai mempersiapkannya.

Yang akan dijual rencananya adalah “biskuit pelangi”. Semacam adonan kue lidah kucing, namun lebih tebal, dengan bentuk yang bermacam-macam dan menarik. Lalu di atasnya diwarnai dengan menggunakan coklat cair berwarna-warni. Rasanya? Walaupun yang membuatnya anak-anak, tapi tidak kalah dengan Famous Amos (I’m highly biased, of course πŸ˜€ tapi betulan enak kok!)

Akhirnya pukul 08:00 pagi pun tiba. Meja kami sudah siap. Ada spanduk di depan meja yang menjelaskan dengan gamblang bahwa hasil penjualan akan 100% disumbangkan, … err, untuk uang saku anak-anak ini πŸ˜€

Anisah & Sarah sudah duduk manis, siap menyambut pembeli pertama :
siap berjualan

Sekitar pukul 08:20, akhirnya, pembeli pertama !
bazaar tp2 - penglaris

Setelah itu bazaar terus semakin ramai :
bazaar tp2 - makin ramai

Ternyata, panitia mengundang sebuah perusahaan pemilik bouncy castle raksasa. Sorak sorai gembira anak-anak mengundang makin banyak warga kompleks dan sekitarnya. Suasananya menjadi makin padat !
bazaar tp2 - makin ramai

Laris manis… akhirnya, hanya tersisa satu buah lagi biskuit pelangi. Sementara titipan dari nenek juga terjual dengan cukup cepat :

What a day.

Lessons learned :

  • Persiapkan aktivitas pengisi waktu senggang. Waktu bazaar yang cukup lama tidak selalu sibuk melayani pembeli. Seringkali kita cuma duduk menunggu. Jika ada kegiatan (contoh: cetak beberapa halaman permainan matematika Sudoku, kuis “berhadiah”, beberapa lembar halaman dari Wikipedia / Damn Interesting.com, dst), maka mereka akan dapat lebih menikmati kegiatan ini.
  • Berikan anak-anak jatah uang saku untuk acara tersebut. Kalau tidak, maka mereka akan jadi terus meminta kepada kita (karena banyak stand yang menjual berbagai pernak-pernik yang menarik untuk anak kecil) selain juga karena mereka bosan (lihat poin sebelumnya)

Sampai ketemu di bazaar berikutnya !

Undangan menulis buku dari Lembaga Penerbit FE UI

Lembaga Penerbit FE UI (LPFEUI) mengundang para penulis untuk menerbitkan buku di LPFEUI.

Kami menerima naskah baik buku Teks Kuliah, Komputer, Manajemen, Psikologi, buku umum populer, buku agama, novel, kumpulan cerpen, dll.

Dengan kekuatan jaringan di seluruh Indonesia (seluruh Toko buku Gramedia, Gunung Agung, Kharisma Aksara Media, Toko Buku Utama, Kinokuniya, NewsStand, Togamas, Uranus, Tiga Serangkai, Sosial Agency, Toko Buku Kampus, BBC, Direct Selling, Agen, Distributor dan Toko-Toko Buku diseluruh Indonesia) memastikan pemasaran buku yang kami terbitkan.

Disamping itu kemampuan desainer dan layouter kami menjadikan penampilan buku anda menarik dimata konsumen.

Selain itu, lini percetakan yang kami miliki menambah kekuatan kami dalam produksi buku dengan cepat dan harga dasar buku terendah.

Kami dapat dihubungi melalui telepon (021) 31930252 atau melalui HP saya (Dwi Wibowo) 08129809361, atau email dwiwibowo@yahoo.com. Saat ini kami sedang melakukan konstruksi website kami di www.LP-FEUI.com

Kami tunggu partisipasi anda. Bergabung dan bekerjasama dalam LPFEUI yang terus berkembang

Salam

DWI WIBOWO
Manajer Humas dan Kerjasama
Lembaga Penerbit FEUI

Lembaga Penerbit FEUI
Jalan Salemba 4, Jakarta, 10430
Telp. (021) 31930252
Faks. (021) 3106472

Software Portable

Walaupun sering bepergian ke berbagai lokasi, sebetulnya saya sering malas membawa laptop (kembali ke laptop? mbuh..). Walhasil laptop saya jadi awet dan kondisinya tetap mulus (atau mungkin juga karena saya belikan sleeve-nya?).

Nokia E70 sudah sering membantu di beberapa perjalanan, sehingga saya bisa meninggalkan laptop saya. Kalau saja ada Open Office di handphone ini….

Ternyata ini bisa πŸ™‚

Sejak beberapa waktu yang lalu, saya telah memasang Portable Apps.com di handphone ini.
Dengan card MicroSD sebesar 1 GB, sudah lebih dari cukup untuk menyimpan seluruh aplikasi yang ada di situs tersebut. Open Office, Firefox, 7-Zip (compressor favorit saya), Video Player (VLC), html/css editor (nvu), PuTTY (penting πŸ™‚ ), Photoshop (eh ralat, gimp) – bahkan anti virus (clamWin) juga ada.

Hidup open source !
Kini handphone saya makin powerful – cukup membawa handphone dan kabel USB-nya, maka kemudian saya bisa menggunakan aplikasi yang saya perlukan dimana saja.

Jelas ini banyak manfaatnya, tapi yang paling menarik mungkin adalah untuk demo “rusak”-nya Internet Explorer ke client — beberapa client protes bahwa sebuah website extranet yang kami develop tampilannya jelek. Cukup bermodal portable Firefox yang ada di handphone ini, maka kami bisa menunjukkan bahwa sebetulnya ini gara-gara “bug” CSS di Internet Explorer.
Setelah itu biasanya mereka berhenti protes dan dengan senang hati kami pasangi Firefox πŸ™‚

Lalu saya menemukan Portable Open Source. Wow…. ada banyak pilihan lagi disitu. Webserver, Wiki portable, kamus gratis, security software, software keuangan pribadi, CD burner. Dan games.

Saatnya untuk membeli card memory yang lebih besar lagi πŸ™‚

Referensi :
[ PortableApps.com ]
[ Portable Open Source ]

Menkominfo : “Tolong ada perusahaan open source” — ini dia pak :

Pada berita di detik.com yang berjudul Menkominfo Minta Adanya Perusahaan Open Source, Menkominfo dikutip mengatakan :

Ia mencontohkan, dukungan yang dimaksudnya seperti konsultasi pemakaian dan bantuan pengoperasian. “Kalau help and support seperti itu saja tak ada, mau tak mau pengguna terpaksa mandiri,” tambahnya

Untuk itu, Sofyan menyarankan para pengembang open source di Tanah Air agar membentuk perusahaan. Tujuannya, lanjut dia, selain bisa memberikan bantuan pelayanan pada pengguna, kalangan open source juga bisa turut serta dalam tender legalisasi software yang digelar pemerintah.

Berikut ini adalah daftar beberapa perusahaan konsultan open source :

  1. Nurul Fikri
  2. Rimbalinux

Perusahaan yang tercantum disini adalah yang qualified untuk sampai mengikuti tender pemerintah (surat perusahaan lengkap, resources open source mencukupi, dst)

Jika Anda mengetahui perusahaan lainnya, silahkan dapat berbagi informasinya dengan berkomentar di posting ini. Terimakasih.

Michael Dell menggunakan Ubuntu

Siapa sangka ternyata Michael Dell, konco erat Microsoft, menggunakan Ubuntu di laptopnya ?

Spec selengkapnya :

Hardware: Dell Precision M90

* Intel Core 2 Duo T7600 Processor
* 4GB DDR2 667Mhz DRAM
* 17″ WXGA+ Widescreen LCD
* 160GB 7200rpm SATA hard drive
* 8X DVD +/- RW optical drive
* NVIDIA Quadro FX 3500 512MB

Software:

* Ubuntu 7.04 Feisty Fawn
* VMWare Workstation 6 Beta
* OpenOffice.org 2.2
* Automatix2
* Firefox 2.0.0.3
* Evolution Groupware 2.10

Mudah-mudahan ini merupakan awal era baru – dimana akhirnya ada vendor global yang berani (dan tidak takut digertak / diancam oleh Microsoft) untuk membundel operating system non Windows. Dampaknya bisa sangat luar biasa bagi corporate buyers. Here’s hoping.

Beasiswa : travel bursary untuk mahasiswa otomotif / engineering

Saya menerima email di bawah ini dari staf FISITA, Kelly Williams. FISITA adalah organisasi engineer otomotif, di Indonesia namanya adalah IATO (Ikatan Ahli Teknik Otomotif) Indonesia (atau dikenal juga sebagai SAE Indonesia). Ya, salah satu hasil kerja organisasi ini adalah standarisasi oli mesin yang biasa kita pakai sehari-hari — SAE-40, dst.

Nah, setahu saya, belum ada yang apply travel bursary ini. Jadi jika Anda memenuhi persyaratan, manfaatkan saja peluang ini. Detilnya adalah sbb :

FISITA offers student engineers the opportunity to apply for travel bursaries to help with the costs of taking part in organised work placements (internships, exchange programmes etc.) in automotive companies and research institutions overseas.

Awards of up to EUR 2,000 are available to successful candidates.

To be eligible to apply you must:

· be studying engineering at undergraduate or postgraduate level at a recognised college or university
· have arranged an industry or research placement in an automotive company or organisation overseas
· be a member of a FISITA member society

Further information can be found at http://www.fisita.com/students/bursary

Kind regards

Kelly Williams
Executive Officer

FISITA,
30 Percy Street, London
W1T 2DB United Kingdom

Disitu ada disebutkan syarat ketiga yaitu harus menjadi anggota FISITA. Untuk di Indonesia, ini bisa dilakukan dengan menghubungi IATO Indonesia. Biaya keanggotaannya untuk mahasiswa setahu saya sangat murah (atau malah gratis ya?)

Semoga bermanfaat.

Pengenalan Thin Client di Linux dengan LTSP

Saya baru sadar bahwa selama ini saya sudah banyak menulis artikel tentang LTSP di situs ini, namun belum menjelaskan secara lebih detil mengenai apa thin client dan LTSP (Linux Terminal Server Project) itu sendiri. Saya akan coba jelaskan sedikit di posting ini.


UPDATE : Instalasi LTSP sekarang sudah sangat mudah sekali, terutama di Ubuntu Linux.
Silakan tinggal mengikuti panduan ini : Ubuntu LTSP Quick Install


Thin client adalah jenis infrastruktur IT dimana client/workstation/desktop hanya menampilkan layar/output, dan tidak melakukan proses komputasi lainnya. Semua pekerjaan dilakukan di server. Karena itu client tidak membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang “mewah”. Pentium II dengan memory 32 MB sudah lebih dari cukup, dan hard disk tidak diperlukan.
Arsitektur thin client kadang juga dikenal dengan istilah centralized atau server-based computing.

Contoh berbagai solusi thin client misalnya Windows Terminal Server, Citrix Metaframe, NX, dan, yang akan dibahas sekilas disini, LTSP.

Ada banyak kelebihan solusi berbasis thin client jika dibandingkan dengan desktop konvensional :

  1. Investasi hardware jauh lebih murah : Dimana biasanya untuk setiap staf baru kita perlu membelikan sebuah komputer Pentium IV dengan memory minimal 256 MB, dengan thin client maka kita cukup membelikan komputer bekas Pentium II dengan memory 32 MB — namun performanya tetap dapat menyamai Pentium IV
  2. Longer hardware lifecycle : selain investasi hardware lebih murah seperti yang telah disebut diatas, juga umur hardware menjadi lebih panjang. Dimana biasanya mungkin kita perlu meng upgrade komputer desktop setiap 3-4 tahun, dengan solusi thin client, maka komputer bisa digunakan sampai lebih dari 5 tahun dengan performa yang tetap sangat baik.
  3. Maintenance : Jauh lebih mudah, tidak mengganggu user, dan tidak memakan waktu. Dimana biasanya jika ada komputer rusak maka kita perlu waktu minimal satu hari (backup data user, install ulang komputer, restore data user). Maka, dengan thin client kita cukup mengganti komputer user dengan komputer Pentium II lainnya; dan user dapat kembali bekerja dalam waktu hitungan menit.
  4. Manajemen desktop : juga menjadi jauh lebih mudah – contoh: jika ada 100 desktop, maka kita perlu melakukan 100 kali instalasi seluruh software yang ada. Namun dengan solusi thin client, maka kita hanya perlu instalasi satu kali, dan 100 desktop otomatis akan mendapatkannya juga.

    Kita juga bisa mudah “mengunci” desktop client, sehingga mereka tidak bisa memasang software-software tanpa sepengetahuan kita — dimana ini adalah salah satu penyebab utama masuknya virus / spyware / trojan, dengan dampak susulan yang bisa sangat fatal bagi perusahaan.
  5. Upgrade mudah & murah : untuk meningkatkan kinerja seluruh desktop, seringkali dapat dilakukan cukup dengan upgrade memory di server dan/atau upgrade switch. Dibandingkan dengan desktop biasa, dimana jika ada 100 desktop maka total biaya upgrade dikalikan dengan 100 buah komputer, sangat mahal & tidak efisien.
  6. Keamanan data : karena semua data tersimpan di server, maka bisa lebih mudah kita amankan dari oknum staf (corporate espionage, internal hacker, dst). Desktop thin client juga bisa kita “kunci” sehingga semua fasilitas akses datanya (disket, USB, dll) tidak berfungsi (sehingga oknum staf tidak bisa mencuri data dari komputernya dan dibawa keluar perusahaan)

Nah, LTSP, sebagai salah satu solusi thin client, memiliki semua kelebihan yang tersebut diatas, dan masih ditambah lagi dengan :

  1. Bebas biaya lisensi : karena berlisensi GPL (open source). Bandingkan misalnya dengan solusi Windows Terminal Server, atau Citrix, yang bisa dengan mudah menembus angka ribuan atau puluhan ribu dolar.
  2. Fleksibel, mudah di upgrade : saya telah mengalami sendiri bagaimana mudahnya upgrade ke versi terbarunya; cukup install versi terbaru (yang akan terpasang di direktori yang berbeda dari versi sebelumnya), copy file-file konfigurasi yang lama — dan voila, selesai.
  3. Netral : apapun distro Linux yang anda gunakan, hampir bisa dipastikan bahwa LTSP bisa dipasang disitu.

Apakah LTSP itu sendiri ? Secara teknis, LTSP adalah satu set script yang memungkinkan kita menampilkan layar server di client, itu saja pada intinya. Tentu saja di dalamnya jauh lebih kompleks — ada fasilitas remote boot, remote file system, hardware auto detection, remote multimedia & output, dll.

Apakah ada kelemahan LTSP ? Tentu saja, tidak ada teknologi yang tidak mempunyai kelemahan. Sejauh ini ada beberapa, seperti penggunaan bandwidth yang agak lebih boros daripada Citrix (diperkirakan max. 50 client di satu segmen network 100 mbps), dan single point of failure di server.
Tapi ini semua bisa diatasi dengan perencanaan yang baik, rutinitas backup data yang dilakukan secara disiplin, dan strategi disaster recovery yang tepat (dimana proses recovery dapat dilakukan dalam hitungan menit saja).

Demikian sekilas informasi mengenai thin cllient & LTSP. Semoga bermanfaat.

Wiimote – revolusi HCI

Bagi yang sudah bosan “terkungkung” dengan keyboard, mouse, dll sebagai perangkat HCI, perangkat-perangkat baru menjadi selalu menarik.
Ada alat yang bisa mendeteksi seluruh gerakan tubuh kita. Webcam yang bisa mendeteksi gerakan di depannya. Bagi penderita RSI, keyboard & mouse khusus jadi sangat membantu mereka. Ada lagi software text-to-speech, dan kebalikannya, speech-to-text. Dan banyak lagi lainnya.

Tapi yang paling menarik bagi saya (selain brain plug) adalah Wiimote. Sejak pertama kali tersiar kabar mengenai alat yang unik ini, saya yakin bahwa akan ada revolusi besar – paling tidak bagi posisi Nintendo sendiri di pertarungan di arena game console.

Pertama, Wiimote mengusung konsep input yang sangat menarik – motion sensor. Sebetulnya Wiimote bukan yang pertama – beberapa di antaranya telah saya sebutkan di paragraf pertama. Namun, Wiimote sepertinya adalah yang pertama yang sukses secara massal, mudah digunakan, harganya terjangkau, dan universal – tidak hanya di Nintendo Wii, namun kinipun sudah mulai bisa digunakan di PC.

Kedua, Wiimote bukan hanya perangkat input (IR sensor, motion sensor, buttons); namun sekaligus juga adalah perangkat output (force feedback, speaker, LED).

Ketiga, aplikasi Wiimote tidak hanya semata untuk game, berbeda dengan game controllers lainnya; tapi bisa jauh lebih luas lagi dari itu.

Kemarin ini saya berbincang-bincang dengan kawan mengenai potensi Wiimote — software (bukan video) tutorial aerobik, dimana Anda musti menggerak-gerakkan Wiimote sesuai instruksi. Keahlian Anda tidak hanya menjadikan Anda top scorer, namun sekaligus menjadikan badan lebih sehat.
Lalu Wiimote sebagai interface ke dunia virtual seperti SecondLife. Atau, belajar karate dengan Wiimote ? Tidak hanya mendapatkan nilai tinggi dan instant gratification / kepuasan melihat musuh-musuh di layar bertumbangan, Anda juga mendapat keahlian praktis. Dan masih banyak potensi lainnya.

Mudah-mudahan Nintendo dan vendor software PC bisa segera menyadari peluang ini, dan mewujudkannya menjadi kenyataan. Mari kita tunggu bersama-sama.

Subversion @ Ubuntu

After the confusion when synchronizing my document repositories using rsync and SMB, finally I’ve had enough. I think this is a good time to give SVN (Subversion) a try.

Pretty simple in Ubuntu, as usual :

sudo aptitude install subversion
sudo aptitude install subversion-tools

Create the repository :

svnadmin create /home/harry/svnrepo
svn mkdir file:///home/harry/svnrepo/docs

Before we can run the server, first we need to edit /home/harry/svnrepo/conf/svnserve.conf and edit as necessary.
(hint: anon-access = read, auth-access = write, password-db = passwd)

And then don’t forget to setup the usernames and passwords in /home/harry/svnrepo/conf/passwd.

Now we can run the SVN server :

svnserve -d -r /home/harry/svnrepo/

Import my documents into the just-created SVN repository :

svn import /home/harry/documents svn://192.168.1.88/docs/ -m "initial import" --username sufehmi

That’s it ! Now you have a fully functioning SVN repository and have it host your documents.

Good reading on the subject :

1. THE Book on Subversion
2. Subversion Cheatsheet
3. Subversion FAQ

That should do for now. Gotta run.

Misteri Sains

Banyak orang yang sudah merasa lelah, jemu, atau juga jeri dengan dogma. Banyak kemudian berpaling kepada sains, yang menawarkan logika yang cenderung bebas emosi dan obyektif. Beberapa kemudian menemukan ketenangan disana. Beberapa mungkin kemudian menganggap kebenaran pada sains sebagai suatu kebenaran yang lebih benar daripada kebenaran lainnya.

Kenyataannya, banyak juga “fakta” di sains yang sebetulnya masih belum terbukti. Bahkan yang sudah “terbukti” pun kadang terbukti keliru total di kemudian hari, atau paling tidak perlu direvisi.

Atau, kemudian ditemukan bahwa ada dua (atau lebih) kebenaran.

Satu contoh; air membeku pada suhu 0 derajat celcius. Ini adalah benar.
Namun, ternyata kemudian ditemukan bahwa air juga bisa membeku jika dialiri listrik — dan kemudian ditemukan bahwa air juga bisa membeku pada temperatur di atas suhu didihnya.

Sains memang sangat menarik, antara lain karena sains justru membawa lebih banyak pertanyaan daripada jawaban pada setiap penemuan. Seperti penemuan gravitasi, sejak “penemuan”-nya oleh Sir Isaac Newton, seluruh efeknya telah dipahami dengan baik. Tetapi, apakah gravitasi itu? Mengapa bisa tercipta gravitasi? Bagaimana caranya gravitasi bisa bekerja seperti demikian? Semuanya belum ada jawabannya.
Jadi, dari satu penemuan, kemudian muncul paling tidak tiga pertanyaan baru. Loads of fun πŸ™‚

Masih sangat banyak hal-hal lainnya yang kita ketahui begitu saja tanpa betul-betul dipahami.
Mengenai massa, kita tahu massa dari setiap zat. Namun, mengapa massa dari zat X adalah sekian? Kenapa bukan sekian?
Atau konstanta – ada banyak konstanta, seperti kecepatan cahaya; yang kemudian menjadi salah satu pondasi paling fundamental dari fisika. Tapi, mengapa kecepatan cahaya adalah 299.792.458 meter/detik ? Kenapa tidak 300.000.000 m/dtk ? Atau 453.567.130 m/dtk ? Tidak ada yang tahu jawabannya.

Jadi, pada saat ini sains adalah seperti mobil. Kita adalah pengendaranya, dan kita sangat mahir mengendarai mobil itu. Tapi jangan tanya bagaimana mobil bisa berjalan, bagaimana cara kerjanya πŸ™‚

Sains is very fun indeed.

Open-source bug hunt

Setelah berjalan selama satu tahun, Open Source Hardening Project telah berhasil menemukan banyak bugs di berbagai proyek open source. Paling tidak 6000 bugs telah dikoreksi, dan kini semakin banyak proyek open source yang di audit oleh proyek ini.

Para pengguna software open source bisa menikmati tingkat keamanan yang pasti makin meningkat & bisa dibuktikan secara jelas. Sementara dengan solusi proprietary / tertutup, customer hanya dapat berpegang kepada klaim & janji-janji dari vendor.

Satu alasan lagi untuk mempertimbangkan pemanfaatan solusi yang open.

Macintosh Plus

Saya sangat tertarik ketika menemukan bahwa kini sudah ada emulator Macintosh Plus, dan cukup mudah instalasinya – bahkan bisa dijalankan dari Flashdisk. . Setahu saya, ada banyak aplikasi yang bagus di platform ini. Salah satu yang ingin saya coba adalah HyperCard, untuk mengenalkan anak-anak ke computer programming.

Proses instalasi berjalan dengan cukup lancar. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, di Ubuntu telah berjalan Macintosh Plus dengan memory 4 MB dan hard disk 1 GB πŸ˜€

Awal proses instalasi :
Macintosh Plus - instalasi awal

Up & running. Perhatikan bagaimana di komputer keluaran tahun 1986 ini sudah ada perhatian untuk orang cacat, fasilitas sharing file via network (bahkan fasilitas monitoringnya juga), dan bahkan special effects – ketika window di maximize / minimize maka ada efek zoom nya :
MacPlus - up and running

Rencananya nanti disk image yang dihasilkan akan saya sharing disini. Stay tuned. Atau mungkin sudah ada yang selesai membuatnya? Share lah πŸ™‚

Open Source = National Security

Dari berbagai argumentasi yang saya sampaikan kepada para client, tentang mengapa sebaiknya mereka memilih solusi yang open, salah satunya (terutama client pemerintah / departemen) adalah security.
Pada solusi yang open, antara lain kita dapat melakukan source code auditing, sehingga kita dapat yakin bahwa software tersebut memang aman, dan tidak ada “titipan” dari pemerintah asing.
Hal ini sulit (kalau tidak bisa disebut mustahil) dilakukan pada software tertutup / proprietary.

Dan ini bukan hanya khayalan / fantasi saya saja. Kasus seperti sabotase pipa gas Rusia adalah salah satu kasus yang paling spektakuler.

Namun, yang perlu dicemaskan adalah kasus-kasus yang low profile, atau tersembunyi. Seperti, pencurian data-data rahasia secara diam-diam. Dan ini, lagi-lagi, bukan hanya skenario khayalan, namun sudah terjadi secara rutin dengan adanya Internet — ada beberapa mafia identity theft yang secara rutin mencuri data-data pribadi Anda dan kemudian menjualnya di black market.
Bagaimana kalau yang tercuri ternyata kemudian adalah rahasia negara? Pastinya akan dapat dijual lebih dari mahal dari detil kartu Visa Gold, yang dihargai sekitar US$ 100 di black market.

Mudah-mudahan dengan pertimbangan ini (dan lain2nya), maka pemerintah kita akan semakin bersemangat untuk go open.

How Iraq’s Trillion Could Have Been Spent (and other links)

Can You Say $1,000,000,000,000? That’s the current cost of Iraq’s invasion, and it can easily ended up more than double of that.

Let’s see how that amount of money can REALLY improve the ordinary American’s quality of life, and/or others :

…note that the annual budget for the Department of Education is about $55 billion, which puts the price tag for Iraq at about 18 EDs. Just a few of these EDs would certainly have put muscle into the slogan “No child left behind.”

A… time analogy is illuminating. A million seconds takes approximately 11.5 days to tick by, whereas a billion seconds requires about 32 years. Fully 32,000 years need to pass before a trillion seconds elapse.

Another way to get at the $1 trillion cost of the Iraq War is to note that the Treasury could have used the money to mail a check for more than $3,000 to every man, woman and child in the United States. The latter alternative would have an added benefit: Uniformly distributed and spent in this country, the money would have provided an economic stimulus that the war expenditures have not.

Alternatively, if the money was spent in an even more ecumenical way and a global mailing list was available, the Treasury could have sent a check for more than $150 to every human being on earth. The lives of millions of children, who die from nothing more serious than measles, tetanus, respiratory infections and diarrhea, could be saved, since these illnesses can be prevented by $2 vaccines, $1 worth of antibiotics, or a 10-cent dose of oral rehydration salts as well as the main but still very far from prohibitive cost of people to administer the programs.

Of course, … (these) isn’t quite appropriate when trying to come to terms with the more than 3,000 U.S. soldiers killed, the 20,000 wounded, and the number of Iraqis killed and wounded. The latter number is staggering, whether you subscribe to the figures put out by Iraq Body Count or those published in Lancet or to other even higher estimates.

While at it, we must not forget Cheney the Joker, who might be seem to be funny with his comment below; although somehow I suspected that he actually meant it from the bottom of his (bottomless) heart :

Of course, some might argue that the $1 trillion expenditure in Iraq has made us both more secure domestically and more respected internationally than ever before. Perhaps as many as a dozen people agree with Cheney’s recent hallucinatory comment that “we’ve had enormous successes, and we will continue to have enormous successes” in Iraq.”

John replied :

At times, it seems that the nightmare and expense of these enormous successes will continue for the next trillion seconds.

Well said, John.


Drinking Lighter Fluid, Eat Chicken McNugget : If you’re feeling crazy sometime, try eating McDonald’s Chicken McNugget. It’s like drinking the lighter fluid, only tastier.


According to a new study, alcohol & tobacco is worse than drugs.

Quoted :

Tobacco causes 40 percent of all hospital illnesses, while alcohol is blamed for more than half of all visits to hospital emergency rooms. The substances also harm society in other ways, damaging families and occupying police services.

“This is a landmark paper,” said Dr. Leslie Iversen, professor of pharmacology at Oxford University. Iversen was not connected to the research. “It is the first real step towards an evidence-based classification of drugs.”

Jangan mencari kebahagiaan

Banyak orang yang mencari kebahagiaan sejati dengan berbagai cara, namun, seringkali malah menderita hidupnya. Seringkali yang didapat hanya kebahagiaan sementara, atau semu.
Narkotika, dugem, alkohol, kesenangan pribadi, dan berbagai candu lainnya; cenderung justru menghancurkan pada akhirnya.

Lalu saya menemukan quote dari Nenek Eleanor yang bagus ini :

Happiness is not a goal; it is a by-product.

Kebahagian sejati bukan tujuan, tetapi adalah hasil sampingan (dari pekerjaan lainnya).

Apa “pekerjaan lain”-nya itu? Salah satunya mungkin adalah ini.

Ada banyak lagi quote bijak lainnya dari ibu yang satu ini. Selamat menikmati.

What is to give light must endure the burning.

Absence makes the heart grow fonder.

Freedom makes a huge requirement of every human being. With freedom comes responsibility. For the person who is unwilling to grow up, the person who does not want to carry is own weight, this is a frightening prospect.

Friendship with ones self is all important, because without it one cannot be friends with anyone else in the world.

I think, at a child’s birth, if a mother could ask a fairy godmother to endow it with the most useful gift, that gift should be curiosity.

In the long run, we shape our lives, and we shape ourselves. The process never ends until we die. And the choices we make are ultimately our own responsibility.

It is better to light a candle than curse the darkness.

It is not more vacation we need – it is more vocation.

It takes as much energy to wish as it does to plan.

No one can make you feel inferior without your consent.

Only a man’s character is the real criterion of worth.

Understanding is a two-way street.

When life is too easy for us, we must beware or we may not be ready to meet the blows which sooner or later come to everyone, rich or poor.

When you cease to make a contribution, you begin to die.

Women are like teabags. We don’t know our true strength until we are in hot water!

You can’t move so fast that you try to change the mores faster than people can accept it. That doesn’t mean you do nothing, but it means that you do the things that need to be done according to priority.

You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, ‘I lived through this horror. I can take the next thing that comes along.’

Jumpa Blogger @ CiWalk

Pada tanggal 18 Maret kemarin ini saya berjalan-jalan ke Cihampelas Walk (CiWalk) lengkap sekeluarga. Tujuannya selain untuk rekreasi, juga untuk bertemu dengan beberapa kawan-kawan blogger yang sedang / berdomisili di Bandung.

Untuk perjalanan yang cukup jauh ini, perlu sedikit trik agar anak-anak merasa lebih nyaman. Mengingat perjalanan saya sendiri ketika kecil ke kampung (pulang basamo 1984?) – tempat duduk belakang Panther saya turunkan, lalu dialasi dengan papan kayu tebal, kemudian ditutupi lagi dengan kasur yang agak tebal.
Sepanjang jalan anak-anak bisa bermain-main di bagian belakang dengan nyaman, walaupun kemudian justru adik saya sendiri (Arief, 10 tahun) yang sibuk bertanya, “Cileunyi masih berapa kilometer??”, “Padalarang masih berapa kilometer??”, “Pasteur masih berapa kilometer???” – dll, dst πŸ˜€ cape deuhh…

Mengenai tol Cipularang; tol ini termasuk yang paling berbahaya di Indonesia. Pertama, banyak jalanannya yang bergelombang. Seringkali banyak mobil yang dengan seenaknya berganti jalur untuk menghindari gelombang tersebut, tanpa memberi tanda sebelumnya sama sekali. Juga, menghantam gelombang tersebut dalam kecepatan tinggi dapat menyebabkan Anda kehilangan kontrol kendaraan.

Lanjut….. Continue reading Jumpa Blogger @ CiWalk

Pornografi & Anak Kita

Kemarin ini ada beberapa acara menarik di sekolah anak sulung saya (kelas 4 SD), yaitu pengenalan sex kepada anak, dan kemudian juga ada seminar untuk orang tuanya. Pada acara seminar saya diwakili oleh istri karena sedang berhalangan.
Pada acara yang untuk anak sekaligus diadakan sebuah survey. Setiap anak diberikan kuesioner dan jawaban mereka dikumpulkan serta dianalisa.

Biro psikolog yang mengadakan semua acara ini ternyata sudah cukup banyak melakukan ini di berbagai sekolah dasar Islam lainnya juga. Hasilnya cukup mencengangkan — lebih dari 50% anak-anak yang di survei telah mengenal pornografi dalam berbagai bentuknya.

Sebagai contoh, ada seorang anak kelas 4 SD ini yang menuliskan, “Bagaimana caranya agar penis dapat terus berdiri dalam waktu yang lama ketika melakukan hubungan sex ?”.
Jelas hal seperti ini belum ada manfaatnya sama sekali bagi mereka, namun pada kenyataannya pada saat ini pikiran mereka telah didominasi (kalau tidak bisa dikatakan terobsesi) oleh hal-hal yang tidak berguna seperti ini.

Tidak ada satu pihak yang dapat disalahkan sendirian dalam hal ini – baik sekolah maupun orang tua sama-sama memiliki keterbatasan. Karena itu pihak sekolah hari ini kembali mengadakan pertemuan orang tua murid membahas hal ini, sekaligus menyepakati sebuah rencana kerja bersama untuk mengatasinya.

Kembali ke masalah tersebut – anak-anak mendapatkan input negatif ini dari berbagai media. Baik dari TV (sinetron yang mengobral seksualitas wanita, sumpah serapah dan perkataan senonoh, dll), Playstation, VCD, dan bahkan komik stensilan porno. Input negatif ini kemudian tersebar lebih lanjut di sekolah ketika mereka bersosialisasi dengan kawab-kawannya.

Pornografi adalah suatu hal yang tidak sehat, menjerumuskan (cenderung addictive), bisa merusak mental, merusak kemampuan bersosialisasi; apalagi ketika yang terekspos adalah anak-anak.

Seperti yang telah dikutip pada sebuah posting sebelumnya :

Porn is a trap – it feeds the pleasure centers of the brain, devalues the humanity of the person being used for that pleasure, and damages peopleÒ€ℒs ability to relate to one another in a healthy way. Real relationships are not self-focused, but must have a significant component of other-focus or they donÒ€ℒt survive.

Mari kita berusaha sekuat tenaga agak anak-anak kita tidak menjadi korbannya.