Yearly Archives: 2006

Hati-hati dengan kartu kredit

Dengan prihatin saya membaca kisah Andersonite yang mengalami masalah dengan tagihan credit card dari Standard Chartered, sampai dia diteror oleh mereka.

Yang lebih mencemaskan lagi adalah sebuah komentar di posting tersebut :

waktu kamu di indonesia, pasti sering kan dapet penawaran membership atau kartu kredit lain? aku sih curiga ada ‘sindikat jual beli data cardholder’ deh. lagian, ngakses data cardholder buat beberapa orang gampang kok 😉

Apakah memang security kita sedemikian tidak amannya di tangan mereka?
Yang jelas, adik saya sudah pernah kena charge yang fraudulent dari perusahaan kartu kreditnya. Kebetulan waktu itu dia di Inggris, dimana hukum berpihak kepada konsumen. Dia kemudian selamat dari tagihan tersebut.
Kalau dia ketika itu sedang di Indonesia, kemungkinan ceritanya akan berbeda….

Tapi masalah terbesar dengan kartu kredit adalah pada “irresponsible lending”.

Barusan ini BI mengeluarkan peraturan yang melarang seseorang untuk memiliki lebih dari 2 kartu kredit. Seorang staf senior BI pernah berkata kepada saya, bahwa BI akan lebih ketat mengawasi sepak terjang berbagai provider kartu kredit di Indonesia. Kelihatannya sudah menjadi kenyataan.
Tetapi ini bukannya berarti BI tidak menyukai cashless payment, justru sebaliknya, terutama ketika uang kertas mahal biaya cetaknya.

Contoh salah satu dari berbagai masalah kartu kredit, selama ini banyak bank yang memperlakukan kredit biasa dengan kredit dari kartu kredit secara berbeda – singkatnya, pinjaman dari kartu kredit diberikan tanpa kehati-hatian / memperdulikan resiko. Hasilnya, banyak pelanggan kartu kredit yang jadi menunggak.

Tetapi, karena biasanya tunggakannya ini jauh lebih kecil daripada pinjaman biasa, maka masih bisa dicicil; walaupun dalam yang waktu lama. Dimana ini tentu saja menguntungkan bank (karena bunganya menjadi sangat besar), dan merugikan konsumen.

Masalahnya terus berlanjut, dimana kemudian bank biasanya menggunakan jasa debt collector untuk menagih tunggakan yang macet. Celakanya, debt collector di Indonesia seringkali menggunakan cara-cara yang sewenang-wenang dalam operasinya.
Saya kira inilah faktor terbesar yang membuat BI marah dan memutuskan, “enough is enough“, dengan para provider kartu kredit. Apalagi ketika ada kasus sampai dimana ada seorang guru dengan gaji kurang dari 2 juta/bulan, menunggak sampai 50 juta lebih, dan dizalimi habis-habisan oleh para debt collector.

Regulasi yang ketat dari otoritas akan membantu mencegah & mengurangi kesewenang-wenangan dan eksploitasi terhadap konsumen seperti ini.

Regulasi yang ketat ini, secara sekilas, akan terkesan mempersulit customer. Seperti, syarat-syarat yang ketat (tidak sembarangan orang bisa mendapatkan kartu kredit), dll. Namun pada akhirnya, semuanya ini adalah untuk melindungi kita sendiri.

Anyway, bagi yang belum menggunakan kartu kredit, sebaiknya tidak usah. Saya punya kartu kredit pun karena diberikan oleh bank; itupun saya gunakan hanya untuk bertransaksi online (convenience), bukan untuk berhutang.
Mungkin kita perlu mengembalikan budaya melihat hutang sebagai “last resort”, dan bukannya sebagai tindakan yang pertama kali dilakukan ketika menghadapi masalah.

Saya pernah bercerita kepada seorang kawan di Inggris, bagaimana budaya keluarga kami sejak dahulu, yaitu membeli (komputer, mobil, dll) hanya ketika mempunyai uang di tangan/bank. Dia tercengang, sepertinya sudah bertahun-tahun tidak mendengar hal demikian. Saya akui kepada dia bahwa ketika tiba di Inggris, memang saya sempat syok melihat bagaimana budaya berhutang adalah suatu yang sangat wajar disana.
Dan bahkan pada masyarakat yang telah memiliki budaya berhutang tersebut, regulasi kredit sangat ketat, dan memihak konsumen — tetap saja ada banyak kasus keuangan pribadi karena jeratan hutang kartu kredit.
Apalagi di Indonesia, yang kebanyakan kita belum memiliki keahlian private finance management, regulasi kredit masih longgar, dan nyaris tidak ada perlindungan konsumen.

Memiliki kartu kredit di Indonesia masih merupakan sesuatu yang berbahaya bagi kebanyakan orang. Hindari saja jika Anda bisa.

Modal paperclip, menjadi rumah bertingkat (!)

Contoh kreativitas yang luar biasa 🙂 Kyle MacDonalds, seorang pengangguran, memutuskan bahwa sudah saatnya dia memiliki rumah.

Berbeda dengan orang lain yang akan berusaha mencari pekerjaan di kantor, dia justru mulai berdagang – dengan modal awal sebuah paperclip.

Paperclip tersebut ditukar oleh seseorang dengan pulpen,
pulpen tsb kemudian ditukar dengan pegangan pintu,
yang lalu ditukar lagi dengan kompor,
yang ditukar dengan generator,
yang ditukar dengan … er, pajangan ?
yang lalu ditukar dengan motor ski,
yang lalu ditukar dengan paket liburan ke Yahk,
yang lalu ditukar dengan mobil van,
yang lalu ditukar dengan tawaran rekaman,
yang lalu ditukar dengan tawaran tinggal di Phoenix selama setahun,
yang ditukar dengan acara satu hari bersama Alice Cooper,
yang ditukar dengan snow globe KISS,
yang ditukar dengan tawaran bermain film,

yang akhirnya ditukar dengan sebuah rumah bertingkat di kota Kipling.

Wow 😀

Selamat untuk Kyle atas keberhasilannya, dan salut untuk kreatifitasnya.

Internet memang membuka pintu ke berbagai peluang-peluang baru. Mudah-mudahan fasilitas Internet di Indonesia akan terus semakin membaik, demi kepentingan kita semua.

Sekarang, saya ada punya 3 (bukan cuma satu !) buah paperclip. Mau ditukar dengan sebuah rumah. Siapa yang mau ?! 😀

Team buying

Atau, “yuk kita keroyok sang penjual”, kini mulai populer di Cina.
Singkatnya, para peminat suatu benda / jenis barang berkumpul di suatu forum online, dan kemudian saling berjanjian untuk membelinya di tempat & waktu yang sama.

Maka, pada tempat dan waktu yang telah disepakati tersebut, kemudian bisa muncul ratusan orang, membeli barang / jenis barang yang sama. Di bawah godaan ini (panen besar !!!), sang pedagang biasanya kemudian akan rela untuk menjual barang-barangnya dengan harga yang jauh dibawah harga pasaran.

So, kapan kita bisa mulai ini di Indonesia ?

TCCO – MySQL tuning

Here you’ll find links to various MySQL tuning guides.
If you have the money, you may wish to buy various books on the subject. But if you can’t buy the book, or in a hurry, then this post is for you.

If you know any other article which is not here yet, please feel free to let me know.
Thanks.

  1. How to monitor MySQL Performance : Indeed, how can you optimize when you don’t know that something needs to be optimized.
  2. My previous post on the subject
  3. From ProfitPapers.com – when you need MySQL to perform under much bigger load.
  4. MySQL Performance Blog : as the name says, read it from beginning to the end to gain huge insight on the topic.
  5. Top Performance Tips : 1. Index. 2. Don’t index everything. 3. etc. Good stuff.
  6. MySQL @ BSD tuning guide (thanks dikshie)
  7. “Change threading, from NPTL to Linux Threads; by specifying LD_ASSUME_KERNEL=2.4.0” (thanks Priyadi)

TCCO – Quran Gratis

My friend once told me about muslims in a corner of Russia looking for free quran, because they’re so poor and can’t afford it – yet they really would like to study it. I knew there are institutions giving Quran for free, but I wasn’t able to find it at that time.
I only found it out after a few months. It was too late.

So to avoid that, I’ll try to gather all information about free Quran in this post.
Hope it’ll help anyone who needs it.

If you know any other resources which is not yet here, please comment, so I can include it.
Thanks.


Free Quran (book)

  1. Information from Converts To Islam.com
  2. CAIR : Explore the Quran (USA residents only)
  3. Free Quran.org
    (non-USA residents may need to pay the shipping cost)
  4. Free Quran.ca (Canada residents only)

Free Quran (software)

  1. Quran in 27 languages

Free Quran (mp3 / audio file)

  1. Juz-Amma (the 30th chapter) – recited by Syaikh As-Sudais
  2. From quran.mangga.com (the whole book)

Free Quran (for mobile phone)

  1. Juz-Amma (the 30th chapter) in AMR format

Menristek mencari informasi seputar Speedy (sebelum 7 Juli)

Bagi yang ingin berbagi pengalaman mengenai Speedy (suka / duka), silahkan komentar disini. Nanti saya akan bantu sampaikan kepada beliau.

Salut sekali lagi untuk Menteri yang mau membuka dirinya terhadap masukan dari luar, dan tidak cuma yang ABS saja.
Semoga makin banyak menteri kita yang seperti ini.

———- Forwarded message ———-
> From: Kusmayanto Kadiman
> Date: Jul 5, 2006 2:42 PM
> Subject: [technomedia] Peluncuran Speedy — Telkom
> To: Technomedia

Kawan-kawan,

Saya baru saja dapat surat dari Dirut Telkom untuk hadir dan meresmikan
Peluncuran Produk Telkom Speedy pada hari Jumat 7 Juli 2006 pkl 16 – 17
di Main Stage Hall B Pameran Festival Komputer Indonesia.

Ada yang punya pengalaman manis/pahit tentang layanan Speedy ini?
Mohon kesediaan berbagi cerita untuk saya sampaikan pada saat peluncuran
nanti.

Jabat erat,
KK

www.puskur.or.id hacked

Pagi ini saya mampir ke website Pusat Kurikulum Online milik Balitbang Diknas, untuk mendapatkan materi KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) untuk homeschooling anak-anak saya (ya, tidak perlu beli; ternyata disediakan oleh pemerintah secara cuma-cuma).

Ternyata situs Pusat Kurikulum Online telah di hack oleh “Shadow”, sebagai bagian dari unjuk rasa anti kekerasan & pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Amerika di Guantanamo.

Situs Pusat Kurikulum Online untuk sementara ini [ bisa diakses dari sini ]

Sepertinya, puskur.or.id menggunakan CMS Mambo / Joomla versi tua, sehingga bisa dibobol oleh hacker tersebut. Saya sedang berusaha mengkontak Puskur untuk memberitahukan mengenai hal ini.
Mudah-mudahan saja mereka punya backup dari website tersebut, dan bisa pulih segera kembali.

Juragan Ayam Potong dari Godean

Dengan keuletannya, Tujo Hadi Sumarto merambah dari pengumpul ayam menjadi pengusaha besar ayam potong yang sukses.

Terik matahari menyengat kulit. Namun, di depan deretan toko di Jalan Godean Km. 7,5, Yogyakarta, kesibukan beberapa pria mengangkati kantong pakan ternak ke atas sebuah mobil pikap tak menyurut. Di antara mereka terlihat seorang lelaki setengah baya yang ikut bermandi keringat membawa zak-zak itu sambil menghitung tumpukan yang sudah berada di atas mobil, siap dikirim ke para pembeli.

Mengenakan kaus oblong, celana panjang, dan sandal kulit imitasi, ia tak berbeda dengan para pengangkut lainnya. Suaranyalah yang membedakan. Dengan tegas ia mengomandani aktivitas di siang itu. Dialah Tujo Hadi Sumarto, 50 tahun, satu dari pengusaha besar perdagangan ayam potong dan pakan ternak di Jogyakarta.

Setiap hari, Tujo, yang lebih dikenal dengan nama kecilnya Paidi, bisa menjual 25 hingga 30 ton ayam potong ke Jakarta, Bogor, dan beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk menunjang usahanya, ia memiliki 20 truk besar dan Colt pikap, serta 10 buah sepeda motor. Tersedia pula gudang seluas 4.000 meter persegi dan tiga lokasi kandang dengan kapasitas sekitar 4.000 ekor ayam. “Untuk melanyani pembeli di sekitar sini,” ujarnya.

Uang yang berputar dalam bisnis ayam potong itu ditaksir rata-rata mencapai Rp. 200 juta per hari. Dari ayam ini, Tujo telah memetik hasilnya: dua rumah besar jadi tempatknya berteduh — salah satunya yang bernilai Rp. 850 juta baru dibangun di atas tanah seluas 550 meter persegi. Mau ke mana-mana ia tinggal menstater tiga mobil menterengnya, dua buah Baby Benz dan satu buah BMW.
Cerita Paidi bukanlah kisah Cinderella. Keberhasilan pengusaha ini bisa ditiru siapa pun yang punya tekad sekuat Tujo. Hanya lulusan sekolah rakyat (setingkat sekolah dasar), lelaki ini membangun bata demi bata istananya dengan sikapnya yang menghalalkan kerja keras, tekun dan berhemat selama bertahun-tahun.

Continue reading Juragan Ayam Potong dari Godean

A control panel for your webhosting business

A few years ago I was looking for a control panel for one of my server. This server is gonna be shared on the Internet, and many of its users are non-techies. So a control panel (like Plesk, cpanel, etc), will help them help themselves.

However, I was not able to find anything which suits me. The show stopper most of the time are either lack of an important feature, or the fact that the control panel software messes up your machine pretty good (cpanel, I’m looking at you).
Finally I understand why big webhosters tend to develop their own control panel.

So I gave it up, and administered it myself manually, with a few helper software that I cooked up myself. Still, it’s not ideal.

A few days ago I was looking at ISPconfig, because I’m interested to install it in a new server with Ubuntu 6.06 LTS. For a free control panel, I must say ISPconfig is pretty sweet.
But then I stumbled upon InterWorx-CP.

Interworx looks even better. For only about US$ 300, you get these: fantastico-like installer (user can install various web-app in one click), no-mess instalation (InterWorx is basically a bunch of php scripts), cluster-ready (sweet), and more.

If I need a commercial control panel in the future, InterWorx will be the first that gets evaluated.

Menjalankan bisnis – 2/3

“Menjalankan bisnis muslimah”, artikel ke 2 dari 3 seri merintis usaha muslimah, yang telah dimuat oleh majalah Alia. Terimakasih kepada redaksi majalah Alia yang telah mengizinkan publikasi ulang artikel ini disini.


Menjalankan usaha muslimah – bagian I
Oleh: Helen Sufehmi

Kata orang, memulai sesuatu adalah yang paling sulit. Pada edisi yang lalu, kita telah membahas mengenai cara untuk memulai usaha kita sendiri. Betapa berat dan pelik berbagai urusan yang perlu kita persiapkan.
Tetapi begitu usaha telah mulai berjalan – banyak orang yang terjebak. Dikiranya sudah bisa merasa lega dan mulai hidup tenang.

Kenyataannya, pada saat ini sebetulnya kita seperti seorang pendaki gunung yang sedang berada di kaki sebuah gunung. Perjalanannya masih panjang, dan penuh dengan bahaya. Jika ia lengah di perjalanannya disini, maka bisa-bisa dia terjerumus ke dalam jurang.
Demikian pula dengan kita yang baru memulai ini – sekarang belumlah saatnya untuk bersenang-senang. Pendakian kita baru saja dimulai, maka kita harus mempersiapkan fisik dan mental kita untuk suatu petualangan yang melelahkan. Yaitu menghadapi segala tantangan di perjalanan, untuk mencapai puncak gunung tersebut, dan menjadi penakluknya.

Jadi, sebetulnya apa sajakah yang perlu kita lakukan di petualangan yang satu ini ?

I.Pembukuan

Percaya atau tidak, ada banyak sekali orang yang menjalankan usaha tanpa melakukan pencatatan, yang biasa kita kenal dengan istilah pembukuan.
Akibatnya seringkali cukup mengenaskan.

Satu contoh; ada sebuah usaha dagang yang beromset milyaran rupiah, yang tiba-tiba hampir bangkrut.
Ketika diteliti, ada beberapa hal yang ditemukan :

1. Cashflow (perputaran uang) tidak lancar, karena:
a. Pembayaran kepada supplier : cash / tunai , tetapi :
b. Pembayaran dari customer : bertempo / hutang beberapa minggu
c. Lalu, sisa uang yang ada terlalu banyak tertanam di proyek-proyek “mercusuar” – ekspansi usaha yang melampaui batas kemampuan, tapi bergengsi tinggi.
2. Piutang (hutang customer) terlalu banyak yang tidak tertagih / macet.
3. Gaya hidup direktur terlalu mewah

Apakah perusahaan tersebut menjalankan pembukuan ? Ternyata ya, pakai komputer pula. Tetapi – pembukuan tersebut hanya berupa sekedar pencatatan, tidak dijadikan pedoman untuk mengambil keputusan-keputusan / mengawasi situasi perusahaan.
Walhasil, banyak tanda-tanda masalah terlewat begitu saja – sehingga terkesan bangkrutnya itu mendadak.

Nah, usaha yang menjalankan pembukuan saja masih bisa bangkrut dengan cukup spektakuler. Bagaimana kira-kira yang tidak menjalankannya ?
Bisa kita bayangkan sendiri.

“Pembukuan itu kan rumit sekali”, ini alasan yang sering kita dengar. Memang, pembukuan yang ideal, General Ledger, bisa sangat memusingkan dan merepotkan. Bahkan bagi akuntan yang berpengalaman sekali pun.
Tetapi, esensinya sebetulnya mudah – yaitu mencatat pergerakan uang. Dan ini hanya berupa 2 hal; uang masuk, atau uang keluar.

Berangkat dari sini, maka kita bisa buat pembukuan yang sederhana, khusus untuk UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

…..


Artikel selengkapnya bisa di download dari sini.

Textamerica.com goes paid-members only, old freebie accounts will be deleted

From Boing Boing :

Update to the TA Community insiders: Due to the complicated nature of the planned upcoming move to a private paid members only community, changes will not be formally announced until sometime in August. Current ‘free sites’ will be suspended starting July 1 with a planned deletion scheduled for the fall 2006. DO NOT QUESTION me about these changes as NOTHING will be said in advance of the official notices. THANK YOU for your consideration in this regard. From *Janet on June 8, 2006 2:30am

This is indeed their rights, but it’s not a nice thing to do. BB seems to agree with me on this as well.

TA.com may said that they’re having problems footing the bill for the heavy-users, but the average Joe User is not aware at all – and suddenly they got the kick.
For this unaware (and light users), TA should at least offer a cheaper subscription, or help them migrate to other moblog site (option like “download all photos as a single ZIP file” would be really nice). But no, TA.com treated everyone the same.

So I’ve had enough – I’ve setup my own gallery, and moved my photos there.
I had to left a lot more photos at TA.com due to lack of time to move them to this new one, so yes, I’m still bitter.

Got myself an account @ Dreamhost.com for about the same price of TA.com’s subscription fee; and a whole lot more – hosting facility for my blogs, websites, emails, mailing lists, loads of space which gets bigger every week (yes you read it right), and so on. A much better deal indeed.

But what’s more important is the fact that Dreamhost is probably the biggest webhoster in USA, and you can bet that they have the resources to give you the best & reliable service. My own experience is that usually I found out about a problem from their status website – not by experiencing the problem myself. This is a very nice change.

If you want to sign-up to Dreamhost, just click here.
I’ve also got a special promotion deal with them, so if you enter HSS8888 as the promo code when you sign up, then you can get discount up to US$ 50. Making it actually a cheaper deal than TA.com.

What if you want a freebie moblog service ?
Well there are quite a few, but you need to keep in mind that they can turn back against you at anytime just like TA.com. That said, the folks at Moblog.co.uk promised that they won’t do that, and if you need help to move your photos from TA.com, you can give this software a try.
Am I nice or what ?

OK I’ve wasted enough time because of this, so gotta go back to work. Hope this helps a few of you out there.

Old sk00l

A few days ago I met with my cousin who’s still in his early days at university. He’s a nice chap, socialize quite a lot, and it’s hard for anyone not to like him. We talked about a lot of things, and in the middle of it, the topic changed to FPS (First Person Shooter) games.

He mentioned a day when he played in a gamecenter, when suddenly others gathered around him in confusion. Somebody then commented, “Why the mouse movement is inverted? It’s very confusing”.
He had the “invert mouse” settings enabled. He started to observe the others, and realized, that today, nobody uses this setting.

We laughed until it hurts. Then I vaguely remember that when he’s much younger, I’ve sneaked them (him, his brother, my brother) to my office, and we played Quake I multiplayer together. It was a load of fun — and since I played it with “invert mouse” setting enabled, so did he. From then on, he played FPS games with the “invert mouse” setting enabled.

I commented about a game I found in their computer, I think it’s called True Crime. Tried to play it, but the game has no “invert mouse” setting. My aim was totally screwed up because of it. We laughed again.

The whole conversation reminded me about a proposal we made for Sampoerna. In 1999, the Indonesian Quake II community was approached by Indo-Ad about the possibility to do a multiplayer gaming competition for their client, Sampoerna. We gathered and quickly submitted a proposal. I was not able to further followed it up because I already moved abroad, but I think the plan didn’t go forward.
Before that, I was also approached by Indosat on the possibility to create online game community and events. I have had meetings with their contact person, but then I had to move to United Kingdom, and the talks stopped.

I took a quick look around my backup – and turned out that I still got that proposal for Sampoerna. So [ here it is ] for your enjoyment, a blast from the past.

Hobury – minuman yang sehat

Sudah beberapa lama ini kami dikejutkan dengan Hobury, minuman sehat (bukan minuman kesehatan) yang laku dengan sangat cepat. Padahal harganya termasuk cukup mahal – Rp 6500 untuk kemasan botol plastik 350 ml.

Beberapa kelebihan Hobury dibandingkan dengan minuman-minuman lainnya :

1. Tanpa bicarbonat, tanpa pemanis/cita rasa/warna buatan. Natural 100%
2. GMO (Genetically Modified Organism) free
3. Mengandung spirulina, kiwi, madu, klorofil
4. Dalam kemasan yang praktis dibawa-bawa

Apakah Hobury akan menjadi pendobrak munculnya niche / pangsa pasar baru, yaitu minuman sehat ? Bisakah menjadi pendobrak yang selevel dengan kasus Pocari Sweat ?
Sebelum Hobury, sebetulnya minuman sehat juga sudah ada. Ada produk minuman lidah buaya hasil kerjasama MQnet dengan Universitas Indonesia (Kavera), ada minuman tradisional (sirih, kencur, dll), dan lain-lainnya. Tetapi, selama ini belum ada yang grafik penjualannya melejit seperti Hobury.

Apakah Hobury adalah trend sesaat, atau bukan? Mari kita saksikan bersama-sama.

Ubuntu 6.06 LTS Server @ VPC 2004

Just tried installing Ubuntu 6.06 LTS Server (Dapper Drake) on Virtual PC 2004, and the installation screen was messed up. It shown only a portion of the installation screen.
Here’s how to fix it:

1. When booting up from the CD, you’ll see a menu. Press ESC there, where it’ll tell you that you’re about to switch to text-mode. Choose OK

2. You’ll see a prompt like this : boot:

3. To continue, just type this: install debian-installer/framebuffer=false

4. Press Enter, and the screen should show up OK on VirtualPC 2004.

So far so good. Hope it helps.

note: Ubuntu 6.06 LTS Server doesn’t install a GUI desktop (gnome/kde). If you need it, just type : sudo apt-get install ubuntu-desktop
(need internet access and properly set-up /etc/apt/sources.list file)

Daging buatan

Para ilmuwan kini telah berhasil membuat daging buatan yang bisa dimakan

Komentar pertama saya : uhhhhh…. *muntah* 🙂

Tapi tidak diragukan lagi, dengan berjalannya waktu, maka bisa jadi daging buatan ini menjadi lebih bagus, bergizi, sehat, enak, dan murah daripada daging betulan. Tapi, saya akan tetap berusaha untuk tidak memakannya 🙂
Biarlah para astronot pada misi ke Pluto saja yang memakannya, he he.

btw; bagaimana kalau di dalam Islam ya mengenai daging seperti ini, apakah halal, atau haram ?
Thoughts ?

Disastrous holiday …

Last Monday until Tuesday I went to Sukabumi in a family event, also in relation to school holiday. We got ourselves a nice villa in the middle of nowhere, and started enjoying the break. The kids were running around and screaming as loud as possible. The parents enjoyed the gentle mountain breeze… until,

Suddenly my phone rang, and then came the news about the death of my client’s main server. The resulting crisis needs to be handled immediately.
The on-site staff unfortunately are not knowledgeable enough to handle this situation. And it takes too much time to go back to Jakarta.

So I quickly opened my laptop and try to connect to the Internet using my Pro XL subscription. The signal was pretty weak, only about 3 bar. Then I remember, that if I changed my phone’s orientation, sometimes the signal’s strength will change. So I started looking for the right place to put the phone, and finally got full signal when the phone was placed pointing to the corner of the room.
Don’t ask me why, I was just happy that I got full signal. Internet access became pretty fast, enough for me to access the office remotely.
I’m still quite surprised by the signal’s strength, considering my location. Thanks XL.

I quickly worked to restore the services originally hosted on that server. The main one is the company’s ERP – with the available backup, I managed to get it up and running again in another server.
Then I started looking to resurrect the dead server.

Unfortunately, the dead server seems to have its motherboard fried. With help from a friend, my staff managed to secure a SCSI card, plugged it into another server, plugged the SCSI hard drive – and voila, it runs. That temporary server booted from the SCSI hard drive just fine. Debian detected that it’s now on different server, did a few auto detection, and then everything runs as before. Every single bloody thing. Even when the servers are totally different – different motherboard, memory, processor, etc.
I can’t help but to fell in love again with Debian.

So I turned off the services on the other server, and redirected the users to the server running on the original hard drive. My staff then sent the dead server to the vendor for repairs.
Expecting a sad ending? Thankfully, that’s not the case here 🙂

Matahari mengelilingi Bumi

Note: ada update terbaru di akhir artikel ini. Harap agar dibaca dulu sebelum berkomentar. Terimakasih.

Salah satu kebahagiaan saya dulu adalah ketika bisa menikmati isi dari berbagai buku. Buku, bagi saya, adalah gerbang ke berbagai dunia lainnya yang, tanpa buku, tidak akan pernah bisa saya ketahui. Walaupun masih SMP, saya mau bersepeda dari Pondok Indah sampai ke daerah Mayestik, agar bisa mendatangi Perpustakaan Jakarta Selatan. Gedung yang sepi itu adalah salah satu tempat dimana saya menemukan kedamaian, dan pencerahan.

Kini saya melihat buku dengan lebih berhati-hati. Terlalu banyak materi yang tidak berkualitas yang entah kenapa berhasil berubah wujud menjadi bentuk buku. Kini, tidak setiap buku mampu memberikan pencerahan kepada Anda.
Salah satunya adalah ini, dicetak dalam edisi lux pula :

Dikutip dari hal 103:

…lalu sejak saat itulah teori ini dianut oleh hampir seluruh manusia – sampaipun kaum muslimin – tanpa berusaha meneliti ulang apakah teori itu benar ataukah tidak.

Entah bagaimana dengan penulis buku ini sendiri, sudahkah ybs sendiri telah berusaha meneliti ulang : apakah penafsiran qur’an nya memang telah tepat & sesuai dengan kenyataan ? Apakah ybs memang sudah berhasil membuktikan secara ilmiah dan konklusif, bahwa memang matahari lah yang mengelilingi bumi ?

Dari yang saya baca, kelihatannya tidak. So, just another case of “do as I say, not as I do” ?

“..sebuah kepastian al-Qur’an..” ? Mbok ya kalau menafsirkan, jangan diakui sebagai kepastian.
Apalagi penafsiran ngawur dari banyak ayat Qur’an, seperti di dalam buku ini. Nanti yang punya kitab sucinya bisa jadi marah kepada sampeyan lho.

Keterangan lengkap:
Judul buku: “Matahari mengelilingi bumi, sebuah kepastian al-Qur’an dan as-Sunnah serta Bantahan terhadap teori bumi mengelilingi matahari”
Pengarang: ahmad sabiq bin abdul lathif abu yusuf
Penerbit: pustaka al-furqon


2010-09-04 : Ternyata, masih ada terus komentar di posting ini, dan masih ada saja yang kebingungan 🙂

Untuk memudahkan para pengunjung baru ini, saya tuliskan ringkasan masalah buku tersebut berikut ini :

Dari : Dr. Thomas Djamaluddin
Profesor Astronomi Astrofisika, LAPAN.

(1) Buku ini tidak perlu sampai membuat risau, karena penulisnya jelas hanya kompeten di bidang agama – tapi tidak sama sekali di bidang astronomi.

Dari : Syaiba
Mahasiswa Indonesia, Mesir

(1) Salafy di Timur Tengah justru sudah pro Heliosentris.

Dari : Dr. Moedji Raharto
Pakar Astronomi ITB & Bosscha. Anggota IAU.

(1) Quran tidak mungkin bertentangan dengan Sains / Alam / Sunnatullah.
(2) Heliosentris nya Tata Surya adalah fakta ilmiah yang sudah sangat jelas.
(3) Konsep Geosentris tidak terbukti & malah bertentangan dengan Sunnatullah.
(4) Mari kita jangan ulangi kesalahan yang sama seperti yang dulu dilakukan oleh Gereja.

Dari : Abu Fathimah, Harry Sufehmi, Graifhan Ramadhani, Yulian Firdaus, dll
kumpulan komentar-komentar jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada :

[ Syaikh Albani dukung Heliosentris ] – [ 1 ] – [ 2 ] – [ 3 ] – [ 4 ] – [ 5 ] – [ 6 ] – [ 7 ] – [ 8 ] – [ 9 ] – [ 10 ] – [ 11 ] – [ 12 ] – [ 13 ] – [ 14 ] – [ 15 ] – [ 16 ] – [ 17 ] – [ 18 ] – [ 19 ] – [ 20 ] – [ 21 ] – [ 22 ] – [ 23 ] – [ 24 ] – [ 25 ]