Yearly Archives: 2006

Author Gravatar For WordPress

I was looking to show gravatar (photos) on the author’s post on a WordPress website. I looked around, but most WP plugins are designed to show gravatar on the comments, not on the actual post.

There are hacks around for this, but they seemed too complicated for this simple task.

One had the promise, but strangely ended up not working.

In the end, I’ve had enough, and delved into WP’s source code. Lo and behold, it’s actually pretty easy. Just insert this in main template’s code, and voila — author’s photo.

<img src="http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=<?php global $authordata; echo md5($authordata->user_email); ?>" />

Hope it helps someone.

(credit to tyr for the idea)

Die Hard(est)

If you thought Bruce Willis is rock-hard in his “Die Hard” movie series; well, he’s nothing compared to Castro. According to The Guardian, US government and CIA have tried 638 times to kill him.

CIA tried many things; from the conventional (mafia-style hit) to the bizarre; exploding molluscs, exploding cigars, killer diving suit, snipers, and so on.
None worked, obviously. Officially, US gov’t has given up on trying to kill him. But that doesn’t stop Castro’s security from keeping on alert.

Anyhow, I guess there is a (very good!) reason why many nation leaders chose to become a yes-man to US gov’t, rather than standing up to this bully. The risk are just to high. Just look at what they’ve tried to do to Castro.

TCCO – Daftar SLJJ dan SLI Murah

Pagi hari ini saya menerima sebuah SMS dari seorang kawan, menanyakan solusi SLJJ dan SLI. Jawaban saya tadi pagi singkat saja, karena via SMS. Tapi kemudian saya terpikir, apakah mungkin ada alternatif-alternatif lainnya ? Setelah saya cari tahu lebih lanjut, ternyata ada.

Terlampir berikut ini adalah berbagai alternatif untuk SLJJ dan SLI yang murah.
Jika Anda ada informasi lainnya, silahkan berkomentar disini.

S L J J (Sambungan Langsung Jarak Jauh)

  1. Fren : Rp 14 / menit

    Kekurangan:
    1. Hanya di Pulau Jawa & Bali
    2. Tarif menit pertama Rp 550 (prabayar) / Rp 400 (pascabayar)

  2. Esia : Rp 50 / menit

    Kekurangan:
    1. Coverage baru mencakup Jakarta/Bandung/Bogor

  3. VoIP Rakyat: Gratis

    Kekurangan:
    1. Hanya kepada sesama pengguna VoIP Rakyat / dari telpon (biasa/HP) ke VoIP Rakyat.
    2. Butuh koneksi Internet

  4. Skype : Gratis

    Kekurangan:
    1. Hanya kepada sesama pengguna Skype, selain itu membayar.
    2. Butuh koneksi Internet
    3. Lebih lambat daripada VoIP Rakyat

S L I (Sambungan Langsung Internasional)

  1. Skype : Gratis

    Kekurangan:
    1. Hanya kepada sesama pengguna Skype, selain itu membayar.
    2. Butuh koneksi Internet

  2. Esia : Rp 1500 / menit

    Kekurangan:
    1. Koneksi ke 53 negara

  3. Gizmo Project : Gratis

    Kekurangan:
    1. Koneksi ke 60 negara, selain itu membayar
    2. Perlu akses Internet

  4. Internetcalls.com : Gratis

    Kekurangan:
    1. Butuh koneksi Internet
    2. Ke 29 negara (selain itu membayar)
    3. Max. 300 menit / minggu
    4. Harus beli credit (top up) terlebih dahulu (namun tidak dikurangi untuk tujuan yang gratis)

Semoga bermanfaat.

Mencegah dibajaknya Domain name para Menteri

Akhirnya yang saya cemaskan mulai nampak – mulai ada yang menyadari akan nilai dari domain name para pejabat.

Untuk menghindari representasi digital para Menteri ini dari diserobot oleh pihak-pihak yang tidak beritikad baik, maka barusan saya sudah mendaftarkan domain name berikut ini ke account saya :

adhyaksadault.com
bachtiarchamsyah.com
bambangsudibyo.com
djokokirmanto.com
ermansuparno.com
fahmiidris.com
freddynumberi.com
hamidawaluddin.com
hassanwirajuda.com
hattarajasa.com
jerowacik.com
kusmayantokadiman.com
maftuhbasyuni.com
meuthiahatta.com
mmaruf.com
mskaban.com
paskahsuzetta.com
purnomoyusgiantoro.com
rachmatwitoelar.com
sitifadilah.com
sofyandjalil.com
srimulyani.com
suryadharmaali.com
syaifullahyusuf.com
taufikeffendy.com
widodoas.com

Perhatikan bahwa itikad saya baik, yaitu mencegah domain name ini dari diserobot oleh para oknum; agar kasus-kasus, seperti disanderanya domain gusdur.com sebesar Rp 1 milyar, tidak terulang lagi.

Bagi para Menteri yang ingin mengklaim domain namenya, saya akan memberikannya GRATIS. Cukup hubungi saya (yang paling mudah adalah dengan berkomentar di posting ini), maka saya akan menyerahkannya tanpa biaya bagi ybs sama sekali.

Warga Bintaro Menuntut Janji PT Jaya Real Property

Pada hari Rabu, 30 Agustus 2006, para warga cluster Permata 2, Bintaro Jaya, melakukan demonstrasi di kantor PT Jaya Real Property Real Property. Dalam jangka waktu 6 bulan, telah terjadi 6 kasus pembobolan rumah warga, dengan interval yang semakin singkat dan kerugian korban yang meningkat drastis.
Seminggu sebelumnya saya baru saja pindah ke kompleks ini, dan cukup terkejut menemukan situasi disana.

Beberapa masalah yang ada :

  1. Jaya menjanjikan bahwa Permata 2 Bintaro adalah kompleks dengan sistim Cluster. Ternyata setelah lama, janji ini tidak juga terwujud. Malah rumah-rumah warga telah banyak yang jadi dibobol perampok.
  2. Di pamflet marketing jelas terlihat hanya ada 1 gerbang masuk ke cluster (single access). Ternyata, belakangan PT Jaya Real Property membuat Permata 2 Extension, dan membobol pagar belakang Permata 2 untuk menjadi jalan masuk ke Permata 2 Extension. Masalahnya, pembobolan tersebut tidak hanya membuka akses ke Permata 2 Extension – namun juga ke sebuah jalan kecil lainnya.
  3. Warga menuntut agar gerbang baru tersebut ditutup kembali, sesuai dengan masterplan awal. Namun PT Jaya Real Property nampak merasa segan untuk melakukannya – mungkin karena dengan demikian mereka akan terpaksa banyak mengeluarkan dana untuk membuat jalan masuk baru bagi Permata 2 Extension.
  4. Penutupan jalan kecil dapat membantu mengisolir dan sekaligus menggabungkan Permata 2 dan Permata 2 Extension menjadi 1 cluster, namun ini ditolak dengan tegas oleh warga — karena akan sangat potensial membuat warga kampung sekitar marah. Dan warga Permata 2 lah yang akan mendapat getah dari situasi ini karena mereka yang paling dekat dengan warga sekitar — bukan PT Jaya Real Property.
  5. Keamanan cluster Permata 2 juga belum bagus — penerangan kurang, orang asing bebas keluar-masuk tanpa hambatan berarti dari security PT Jaya Real Property, pagar sekeliling Permata 2 cukup rendah dan tidak ada kawat berduri, dst.
  6. Selain itu juga ada masalah-masalah lainnya seperti kualitas bangunan; beberapa warga mengeluhkan masalah-masalah pada rumahnya seperti tembok yang retak-retak, kebocoran yang cukup parah, kualitas finishing, dst.
  7. Warga menuntut tindakan yang cepat dari PT Jaya Real Property, setelah tidak ada respons yang serius setelah di protes selama 6 bulan; mengingat Lebaran semakin dekat dan banyak warga yang cemas untuk meninggalkan rumah ketika mudik.
  8. Mendekati Lebaran juga dicemaskan kebutuhan ekonomi yang meningkat akan semakin meningkatkan pula frekuensi perampokan dan kerugian yang ditimbulkan.

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari sini, dan bagus untuk menjadi perhatian para calon pembeli rumah :

  1. Jangan mudah tergiur umbaran janji Marketing. Tetap tenang, dan perhatikan dengan seksama semua detail dari fasilitas yang ditawarkan.
  2. Pastikan bahwa semua fasilitas yang dijanjikan Marketing ada tertulis (hitam diatas putih) di surat perjanjian jual beli rumah – dan jelas KAPAN akan terealisasinya.
  3. Tinjau lokasi sebelum membeli. Catat semua kekurangan yang ada. Minta agar kekurangan tersebut dibetulkan; dan janji tersebut dijadikan lampiran surat jual beli dengan jelas tertulis juga KAPAN realisasinya.
  4. Usahakan membeli rumah yang sudah lama selesai, dan lihat apakah ada cacat-cacatnya. Rumah yang baru jadi biasanya masih belum muncul cacatnya.
  5. Sistim cluster membantu mengurangi resiko kejahatan, namun perlu diperhatikan juga bagaimana sistim keamanan yang telah dijalankan. Apakah orang asing mudah keluar-masuk cluster? Seberapa sering ronda keliling dilakukan? Berapa total jumlah personil keamanan? Berapa personil keamanan yang ada pada suatu saat? Apa saja fasilitas mereka? Apa saja training yang mereka terima untuk meningkatkan/menjaga kualitas mereka? Dst.
  6. Segera setelah pindah ke cluster, silaturahmi dengan warga yang telah ada, dan usahakan untuk meningkatkan kekompakan warga cluster.

Foto-foto :
[ Demonstrasi warga Permata 2 Bintaro ]

Pada kesempatan ini saya menyampaikan rasa salut saya kepada para warga Permata 2, ini adalah warga kompleks paling kompak yang pernah saya temui selama ini. Juga terimakasih kepada para perwakilan dari PT Jaya Property, yang walaupun bukan dari level manajemen (sehingga tidak mempunyai wewenang untuk membuat keputusan), telah bersabar menghadapi para warga yang menuntut hak-haknya. Kecaman ditujukan kepada pihak manajemen PT Jaya Property, yang telah dengan sengaja menghindari menemui warga, dan membuat masalah menjadi semakin berlarut-larut.

Pertemuan dengan Menteri Perumahan, seorang blogger yang antusias

Kemarin siang (6 September 2006) sekitar pukul 13:45 saya tiba di gedung Menpera. Berlokasi di dekat Mabes Polri dan kompleks sekolah Al-Azhar Pusat, kantor tersebut juga bersebelahan dengan kompleks kantor PU (Pekerjaan Umum), sebuah instansi yang terkait erat dengan Kemenpera (Kementrian Negara Perumahan Rakyat). Saya tiba bersama seorang wartawan senior yang membantu dalam soal kualitas artikel yang diposting (karena profesi Menpera sehari-hari memang bukan penulis profesional), dimana saya lebih berkonsentrasi ke soal teknis dan juga memberikan masukan-masukan seputar blog itu sendiri. Sekitar pukul 14:00 kami diterima untuk menemui Bpk. Yusuf Asy’ari, Menteri Perumahan Rakyat di kantornya.

Kesan pertama yang kami dapatkan dari beliau adalah sosok yang ramah dan hangat. Tidak ada tersirat kesan jaga wibawa atau ingin dihormati berlebihan – dimana banyak pejabat pada posisi jauh dibawah beliau justru banyak yang seperti ini. Pembicaraan segera mengalir dengan lancar.

Saya sebagai salah satu rakyat Indonesia mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan beliau untuk membuka diri kepada kita semua melalui blognya. Beliau menjawab bahwa justru beliaulah yang berterimakasih, karena beliau sudah cukup lama mencari-cari cara yang feasible untuk berkomunikasi dengan rakyat. Blog telah memungkinkan ini terjadi – komunikasi langsung antara pejabat dengan rakyat, tanpa ada perantara sama sekali. Suatu terobosan yang sangat luar biasa, apalagi jika kita mengingat bahwa baru beberapa tahun yang lalu interaksi rakyat dengan pejabat biasanya adalah dalam bentuk seperti pertemuan antara presiden dengan kelompok tani, yang telah diatur skenarionya sebelumnya πŸ™‚

Beliau bercerita mengenai berbagai hal yang telah dilakukannya selama ini, termasuk berkunjung langsung ke nyaris semua propinsi di Indonesia. Juga berbagai proyek dan rencana Kemenpera yang cukup mengesankan, walaupun kendala yang dihadapi departemen beliau untuk merealisasikannya juga besar. Saya kemudian mengatakan bahwa kami selama ini hampir tidak tahu sama sekali mengenai semua itu. Beliau tercenung sebentar, dan kemudian berkata itulah salah satu masalah yang mereka hadapi – komunikasi dengan rakyat. Beliau kemudian tersenyum dan menyampaikan harapannya bahwa blog akan dapat banyak membantu dalam hal ini.

Sebuah pertanyaan dilemparkan kepada saya, apakah beda website dengan blog? Saya jelaskan, bahwa blog (singkatan dari weblog) adalah salah satu bentuk website. Kelebihan blog dari website konvensional ada beberapa; seperti kemudahan update, fasilitas interaktif yang mudah digunakan, dan kemudahan pemakaiannya. Belakangan beliau menunjukkan situs Kemenpera yang agak jarang di update, yang bisa dimaklumi karena mendesain CMS (Content Management System) yang bagus memang bukanlah suatu pekerjaan yang mudah.

Saya kemudian mengajukan usulan untuk memanfaatkan blog sebagai sarana konsultasi berbagai kebijakan Kemenpera dengan rakyat. Dengan memposting sebuah draft kebijakan di blog, maka diharapkan akan dapat banyak masukan langsung dari rakyat, yaitu pihak yang akan merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut. Ini adalah salah satu aspek eGovernment (consultative process) dan kebetulan adalah salah satu hal yang saya garap dalam proyek 5 tahun eGov di Pemda Birmingham. Sejenak beliau terlihat berpikir, dan kemudian dengan antusias menerima ide tersebut.
Beliau juga bertanya apakah blog bisa dijadikan untuk sekali-sekali posting personal beliau ? Yang kami jawab dengan “tentu saja” πŸ™‚ Kalau demikian, tutur beliau, jangan juga terlalu berharap akan bisa sering muncul posting seperti ini, karena kesibukannya yang luar biasa. Tapi sekali-sekali insyaAllah akan ada.
Jadi, mari kita tunggu bersama posting-posting yang merupakan tulisan pribadi beliau, bukan sebagai Menteri atau salah satu pejabat departemen.

Pertemuan dilanjutkan dengan menunjukkan cara membalas komentar di blog dan cara membalas email. Ya, Menpera berencana untuk membalas sendiri berbagai komentar di blognya ! Sempat bingung juga bagaimana cara untuk menunjukkan ini πŸ™‚
Alhamdulillah, beliau ternyata adalah seorang fast-learner. WordPress juga untungnya cukup mudah untuk digunakan, bahkan oleh seorang Menteri sekalipun. Saya hanya perlu menunjukkan satu kali saja cara membalas komentar – lalu belakangan setelah saya kembali ke kantor, ternyata sudah ada satu lagi komentar yang dibalas sendiri oleh beliau. Cukup mengesankan.
Satu orang lagi yang beruntung malah telah dibalas komentarnya langsung melalui email pribadi ybs (silahkan bagi yang beruntung bisa berkomentar disini πŸ™‚ )

Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, apakah SBY telah secara khusus menginstruksikan menteri-menterinya untuk berkomunikasi dengan rakyat ? Jawab beliau, secara khusus tidak ada. Namun, SBY secara jelas telah memerintahkan kami untuk mengutamakan dan memperhatikan rakyat. Maka inilah (blog beliau) salah satu realisasinya.

Agenda pertemuan telah hampir selesai, dan kami bercakap-cakap mengenai beberapa topik ringan. Di antara pembicaraan tercetus oleh kawan saya bahwa ada sebuah rumah susun di Cakung yang kosong. Beliau langsung dengan serius mendengarkan, dengan terus terang tanpa segan mengaku baru mendapatkan informasi ini, dan akan beliau tindak lanjuti. Setelah berpamitan, kami pergi meninggalkan kantor Menpera dengan terkesan. Kami sepakat untuk membantu institusi beliau, dalam segala keterbatasan kami, untuk dapat menghasilkan lebih banyak lagi karya nyata bagi rakyat Indonesia.

Mari kita dukung gerakan menteri nge-blog !

Ada apa Kompas ? bagian kedua

Melanjutkan diskusi di FPK seperti yang dibahas di posting ini, berikut ini dari Sdr. Haniwar Syarif :

Re: Impor Beras
From: Haniwar Syarif

Logika anda dalam mengajukan pertanyaan masuk akal juga..:)

Tapi yang saya tahu begini….

Anton dari dulu termasuk yang merasa nggak perlu impor beras , karena kata data produksi lebih besar dari konsumsi…

Ada teman temannya di kabinet yang berpendapat lain.. dan merasa perlu impor

Setelah beradu argumentasi di kabinet khususnya di jajaran Ekuin…yah disetujuilah impor terbatas 210.000 ton itu, paling nggak karena memang ada data stok bulog menipis. Walau Anton sempat menyalahkan Bulog karena nggak mampu beli beras petani saat panen raya utk stoknya, toh ada fakta bahwa stok bulog menipis, dan ada kebutuhan utk raskin, persiapan kalau ada bencana, atau bahkan kalau harga beras dimainkan oleh tengkulak disuatiu daerah..

Nah , kalau menurut saya sih.., walau pasti mentan bagian dari pemerintah… dia bukan pendorong adanya impor..dan lebih jelas lagi keputusan impor dilakukan kabinet setidaknya jajaran menko ekuin ( lha yang umumkan aja Marie dan Budiono).

Sedang untuk pertanyaan kedua apa pemerintah pengimpor beras.. yaitu betul juga ( maksudnya bukan semata keputusan ANton/mentan). Dan yang ditunjuk pelaksana juga adalah Bulog bukan swasta murni..

Moga moga jawbaan saya logis…smile…lha saya juga bukan siapa siapa ..tapi berusaha jawab lagi… πŸ™‚

Hnaiwar

At 18:19 02/09/2006, you wrote:
>Menteri Pertanian Anton Apriantono berharap pemerintah tidak menambah
>impor beras dari 210.000 ton…..demikian berita di salah satu TV sore
>ini……
>
> Saya bingung Menteri Pertanian itu bagian dari Pemerintah atau
> Pemerintah adalah pengimpor beras….ada yg bisa memberi penjelasan????
>
> Salam
> Kukuh Kumara

Selamat datang di Blogosfer Indonesia, Pak Menteri.

Alhamdulillah, satu lagi Menteri kita telah bergabung menjadi bagian dari komunitas blogger Indonesia.

Bapak Yusuf Asy’ari, Menteri Perumahan Rakyat, telah meluncurkan blognya minggu lalu, sebagaimana dilaporkan oleh Budi Putra dan bloggers lainnya.

Sepertinya komunitas blogger Indonesia memang sedang dirundung duka; dimana sebelumnya Bunda Zidan wafat pada tanggal 31 Agustus 2006, ternyata sebelumnya lagi Ibunda dari Menpera juga telah wafat pada tanggal 28 Agustus 2006.

Namun pada tanggal 30 Agustus beliau telah kembali meneruskan tulisan di blognya, dengan posting yang berjudul Laju pertumbuhan kota bebani kebijakan perumahan.

Quoted:

Daerah kumuh, perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pegawai negeri sipil dan anggota TNI dan Polri adalah beberapa saja dari fokus penting program kantor Menpera. Berbagai upaya memberikan perumahan layak bagi kelompok-kelompok masyarakat ini, yang menjadi amanah bagi pemerintah, masih kerap terhambat karena berbagai kesulitan. Termasuk di dalam kesulitan ini adalah keterbatasan anggaran, baik APBN maupun APBD, masih kurangnya subsidi maupun tingginya biaya tambahan yang disebabkan pengurusan berbagai perijinan.

Ò€œIni menjadi amanah bagi kita semua, karena kalau untuk orang kaya, biar diserahkan kepada pasar. Sedangkan masyarakat berpenghasilan rendah, kadang-kadang untuk mengumpulkan uang muka saja tidak mampu,Ò€ demikian Yusuf .

I like what I’m seeing there πŸ™‚

Sekali lagi, selamat datang Pak Menteri, dan maju terus demi rakyat Indonesia. Bravo !

Telah wafat: Bunda Zidan

Siang ini dengan terkejut saya membaca sebuah email dari milis IMB : Bunda Zidan, blogger Indonesia di Singapura, telah wafat. Beliau meninggalkan 2 orang anak dan suami.

Menengok blognya dan perlahan-lahan membaca berbagai posting yang ada disitu, saya merasa merinding… sadar bahwa pemiliknya kini sudah tidak ada lagi. Bunda Zidan sepertinya adalah blogger yang care dan selalu membawa kegembiraan ke sekitarnya.

Selamat jalan Bunda Zidan, semoga Anda bahagia selalu di tempat Anda yang sekarang.

Runutan kejadian :

  1. 30 Agustus : Pingsan setelah serangan asma yang menyebabkan kesulitan bernafas sampai sekitar 30 menit. Diperkirakan supply oksigen ke otak sempat drop sampai kritis. Kondisi koma.
  2. 31 Agustus : Artikel2 tentang Bunda Zidan.
  3. 31 Agustus : Kondisi semakin buruk
  4. 31 Agustus : Bunda Zidan wafat

Foto : Zidan dan Syifa

Zidan & Syifa

It’s all in your head

When testing a new medication, researchers usually pit it head-to-head against placebo to a group of victims, er… volunteers, to see whether the recovery rate is higher or lower than the placebo’s. So it’s medicine against placebo.

What happens though when it’s placebo vs placebo ?
One thing for sure – me having a hard time controlling my laughter in front of the computer.

Ted Kaptchuk used to practice acupuncture, but his colleagues claim that the effect is purely psychological. That got him thinking and interested, and he ended up researching for placebo effects on Harvard Medical School.

On his article titled “Sham device v. inert pill: randomized controlled trial of two placebo treatments” which was published by British Medical Journal (for real), there are actually volunteers who got side effects from this placebo treatment.

Words failed to be heard from my dropped jaw. Moments later, only uncontrolled laughter.

Quoted:

The reported side effects exactly matched those described by the doctors at the beginning of the study.

It’s all in your head.

This research, which was conducted to find out if doctors can manipulate the placebo effect, was sponsored by The National Institutes of Health, which ponied up $1,614,605 for the answer. All in the name of research, of course. So, what do we got to learn from all of it ?

Quoted:

Kaptchuk says that the rituals of medicine explain the difference: Performing acupuncture is more elaborate than prescribing medicine. Other rituals that may make patients feel better include “white coats, and stethoscopes that you don’t necessarily use, pictures on the wall, the way you reassure a patient, and the secretaries that sign you in.”

Careful manipulation of such rituals could make all types of treatment more effective, Kaptchuk suggests.

Well, that DOES explain the effectiveness of various so-called alternative medication here in Indonesia. We must be very grateful that he has went to all this trouble for our benefit.

So what does he has to say about himself ?

Kaptchuk’s title is assistant professor of medicine. “It could have been ‘quackery,’ ” he says, “but they didn’t have a position in that.”

Good, honest man. We need more men like him.

Well done Ted !

Indonesia never got any share of profit from ExxonMobil’s operation in Natuna

After 12 years of operation in Natuna, it was revealed by Alvin Lie, a member of the parliament, last week that Indonesia never got any share of the profit from ExxonMobil, the company which got the contract to manage the natural gas resources in Natuna. It’s among the most interesting, with an estimate of 46 trillion feet cubic of natural gas when surveyed on 1973.

This has been confirmed by Kardaya Warnika, Head of Oil and Gas Management (BP Migas). He said that from 1980 to 1994, Indonesia still got a percentage of profit share from ExxonMobil’s (then Esso) Natuna operation. But on 1994, Pertamina and Esso changed the contract, entitling Esso to 100% of the revenue from the operation. Indonesian central government only got the tax payment from them.

Oil expert Kurtubi said that this is very strange, considering that normal profit-sharing agreement usually divides profit in 60% – 40% scheme — the government getting 60% of the profit, and the contractor entitled to 40% of it. And this is after paying the tax.

ExxonMobil’s speaker, Deva Rahman, refused the allegation. He said that the Natuna situation is different. With over 70% CO2 content, it require high cost and technology for its operation. He said that the agreement has been understood and mutually agreed between the parties involved.

Speaker for Mining Advocacy Network (JATAM, Jaringan Advokasi Tambang), Andre S. Wijaya, said that this is not the only case. He said that ExxonMobil also works on a scheme that put Indonesian government and people in a losing position in their Aceh operation.

Source: Radio Nederland

Ada apa Kompas ? Opini Kompas 30 Agustus 2006 : Enaknya menjadi Menteri

Kutipan :

Kekuasaan wartawan amat besar… tulisan koran seperti Kompas amat dapat mempengaruhi opini publik… , dia bahkan jauh lebih tajam dari pedang…bahkan bisa lebih berpengaruh dari pada senjata…

Jadi mengingatkan kita pada sebuah pepatah yang sudah sangat terkenal : The pen is mightier than the sword

Email dibawah ini saya posting di milis Forum Pembaca Kompas pagi hari ini :


> http://www.kompas.com/kompas-cetak/0608/30/opini/2917890.htm
> Enaknya Menjadi Menteri

Enaknya jadi editor πŸ™‚ bisa menyerang terus, tanpa menampilkan data berimbang.

> Pertanyaan lain, apa yang sudah dilakukan Departemen
> Pertanian? Apakah Deptan telah melakukan tugas
> utamanya untuk mendorong petani meningkatkan produksi
> dan menerapkan teknologi terbaru?

Di radio Elshinta beberapa hari yang lalu saya mendengar reportase soal ini yang lebih komprehensif daripada editorial ini.

Ternyata, stok beras sebenarnya cukup, apalagi memang sudah/hampir panen. Hanya saja, ada terdeteksi usaha untuk menimbun / menahan stok beras oleh mafia / kartel. Sehingga terjadi kelangkaan stok, sampai stok Bulog pun turut menipis, yang berujung pada kenaikan harga beras.
Pejabat yang diwawancarai mengakui ini (menipisnya stok Bulog), padahal Bulog makin ditekan untuk melakukan operasi pasar (agar harga beras turun kembali), yang tentu sulit dilakukan jika stok Bulog sendiri tidak mencukupi.

Saya tidak tahu alasan mafia ini melakukan ini, apakah ingin melakukan aksi profit-taking menjelang puasa/lebaran, atau ingin menekan DPR & pejabat pemerintah yang anti impor agar menjadi setuju untuk impor beras, atau lain-lainnya, wallahua’lam.

Seorang pendengar kemudian mengirimkan SMS, yang mendukung pemerintah untuk membasmi para cukong beras ini. Saya kira ini langkah yang lebih tepat, daripada hanya mencaci tanpa solusi seperti ini.
(tanpa data yang akurat pula)

Salam,
Harry

> Di sini sering kali kita merasa terganggu. Seremoni
> untuk melakukan panen raya begitu sering dilakukan.
> Namun, kenyataannya, produksi nasional tidak mencukupi
> dan terpaksa kita harus mengimpor.
>
> Terus terang yang ingin kita gugat adalah kebiasaan
> untuk begitu mudahnya melakukan impor. Bukan hanya
> terbatas pada urusan beras, untuk komoditas lainnya
> pun kita begitu entengnya untuk mengimpor. Dengan
> alasan agar masyarakat bisa mengonsumsi daging, maka
> impor daging akan dilakukan. Buah-buah impor terus
> berdatangan masuk. Di Brebes, petani bawang merah pun
> melakukan protes karena bawang produksi mereka
> tertekan bawang impor. Dan yang sekarang menjadi
> kontroversi, tepung daging dan tulang (meat and bone
> meal) akan diimpor dari AS, padahal negeri itu
> terjangkit sapi gila dan oleh Badan Kesehatan Hewan
> Dunia (OIE) komoditas itu dilarang untuk
> diperdagangkan.
>
> Kita ingin mengingatkan, salah satu tugas para menteri
> itu seharusnya mendorong produksi. Bahkan, dalam
> kondisi negeri yang sedang terpuruk seperti sekarang,
> tugas para menteri untuk bisa membuka lapangan kerja
> dan menyumbangkan devisa kepada negara. Bukan justru
> berlomba menghambur-hamburkan devisa.
>
> Selalu kita ingatkan bahwa kehormatan itu membawa
> tanggung jawab, noblesse oblige. Sebagai seorang
> menteri, menjadi pejabat negara banyak privilese yang
> diberikan rakyat. Di balik kenikmatan yang dirasakan
> itu, ada tanggung jawab yang harus dipenuhi, yakni
> menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan
> negeri.
>
> Jangan hanya kenikmatannya saja yang mau diterima,
> sementara tanggung jawabnya tidak mau dilaksanakan.
> Tidak mau turun ke bawah untuk mengetahui apa yang
> dirasakan oleh rakyatnya, tidak peduli dengan realitas
> bangsanya. Enak betul jadi menteri di Indonesia kalau
> hanya kenikmatan yang diterima, kerja kerasnya tidak!


Dari : http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/37174

Dari : Haniwar Syarif
Subject: Re: Tanggapan utk Enaknya Menjadi Menteri

Betul Mas..kita bisa tinggal nanya, kalau Mentan anggota FPK .

Tapi kalau gaya tajuk Kompas yang pasti bisa nanya , jangankan nanya… malah nuduh saja…

Soal beras kasusnya jelas…menurut data ..produksi beras lebih gede dari konsumsi…tapi..stok bulog nipis…, Mentan juga sudah nyalahkan mengapa Bulog tidak berhasil melakukan pembelian cukup utk stoknya pada saat panen raya.

Lepas dari itu, stok Bulog saat ini tinggal 300.000 an dari seharusnya 1 juta tonan. Nah BULOG punya tanggung jaWab utuk suplai raskin, beras utk bencana, dan juga OP didaerah tertentu yg krn satu dan hal lain harga berasnya melonjak, belum lagi mau hari raya keagamaan, krn itu kabinet
memutuskan mau impor . Mentan sdh bilang nggak boleh masuk pasar, tetapi utamanya utk raskin dan kalau ada bencana.

Hari ini Kompas mengutip Wakil Rektor IPB bahwa ” saat ini memang stok beras banyak dipakai untuk penalanggungan bencana bencana nasional , sehingga impor beras memang diperlukan ”

Bandingkanlah dengan tulisan Tommy dalam tajuknya yang menyerang Mentan tanpa ampun sebagai orang yang mau enaknya aja nggak mau susah ..apa apa tinggal impor…

Di coba kesankan seolah Mentan ini mahluk ajaib, yang kerja di bidang pertanian tapi nggak bebruat aopa apa untuk meningkatkan produksi pertania..

Dalam tajuk sebelimnya tanggal 26 Juli Tommy juga nulis menyerang mentan dgn nada sama , bahkan implisit menuduh bhw buka kran impor mungkin krn terima kick back, sebelumnya berita Kompas menyebut issue adanya kepentingan partai tertentu ( mudah ditebak partai mana yg asalnya pak Anton) dalam mencari dana..

Perlu saya ingatkan sesudah tajuk 26 Juli , awal agustus MenTan mengundang umum termasuk kompas, utk dialog terbuka dimana beliau menjelaskan alasan kebijakan impor nya…dan tidak dimuat secuilpun oleh wartawan kompas dalam berita esoknya….:(

Lha …saya kan jadi bertanya…ada apa dengan Tommy… ???? Pak Yacob Utama..ada apa dengan Tommy ??

Di tajuknya terus memberi kesan..bhw Mentan nggak kerja apa apa..maunya enak dan gampang terus..

Faktanya , soal beras misalnya, di jajaran pimpinan Deptan ada Prof.Dr Djoko Said yang dianggap Mpunya perberasan…bahkan ditingkat dunia , ada Kaman yang juga tokoh yang mumpuni dalam ketahanan pangan..

Saya tahu benar bagimana mereka berusaha meningkatkan produksi beras ( dan menurut data memang meningkat)

Lha memangnya sumber berita Kompas pasti lebih jago dari mereka..??? Nggak pasti kan…

Perhatikan deh yang menggebu gebu menyerang kan hanya KOmpas..koran lain maupun media elektronik lain kan nggak..

Kekuasaan wartawan amat besar… tulisan koran seperti Kompas amat dapat mempengaruhi opini publik… , dia bahkan jauh lebih tajam dari pedang…bahkan bisa lebih berpengaruh dari pada senjata…

Di tangan Pemred lah kekuasaan besar itu ada..

Power tends to corrupt…

Siapapun pemegang kekuasaan sebesar itu…haruslah di kontrol…

Siapapun pemegang kekuasaan sebesar itu..haruslah merasa itu adalah amanah
Allah yang akan dimintai tanggung jawabnya

Dia lebih berkuasa dari pada George Adi Tjondro… dia lebih
bisa berpengaruh di banding orang yang punya senjata sekalipun.

Bayangkan kalau lalu tulisannya ternyata bukan untuk kepentingan umum ,
pakai issue populis.seperti kepentingan petani, atau tolak impor cintai
produk dalam negeri, . tapi sebenarnya..ada hal lain yang jadi
motifnya..yang bisa jadi bukan kepentingan bangsa..Bayangkan kalau opini yg
tercipta ternyata sesat dan merugikan bangsa ini..

Selalau ada lebih banyak dari satu sisi..misal ada kepentingan produsen (
petani) ada juga kepentingan konsumen..

Bagaimana ya caranya atau mekanismenya kalau misalnya kita berpendapat ada
sesuatu yang perlu dipertanyakan dalm kredibilitas pemred ??? just a
question…

Saya nulis disini karena masih percaya kredibilitas Kompas.. koran
kesayangan kita yang saya sudah jadi pelanggan sejak lama… Saya sudah
nulis pula langsung ke pembuat berita ( Maryoto), tapi nggak
berjawab…jadi coba liwat FPK..moga moga aja…

Banyak yang mudah di jawab..tapi nara sumber yang digarap Kompas itu itu
juga ..DR..Sudrajat, … misalnya ..kalau lain dikit aja..seperti Wkl
Rektor iPB ..langsung terlihat ada yang salah dr tajuknya kompas..dia jela
sbilang wajar saat ini impor kok..

Salam,

Haniwar

SBY mengijinkan Lapindo membuang lumpur ke laut

Demikian judul posting Agus Setiawan. Di posting ini dipertanyakan berbagai hal, seperti :

Tapi, masa sih di dunia ini tidak ada satupun teknologi yang bisa menyumbat lumpur yang keluar akibat kecerobohan manusia yang bekerja di industri pengeboran minyak?

Kebetulan di milis FPK ada beberapa informasi tambahan seputar masalah tersebut. Saya mencoba meninggalkan komentar di blog ybs, tapi gagal (mungkin komentar di-disable). Jadi saya kutipkan disini saja :

Dari

From: rzain
Subject: Sido Lumpur

Seperti saya posting 3 bulan yang lalu bahwa satu2nya cara untuk mengatasi lumpur di Sidoarjo ialah mengadakan sumur miring ke lokasi sumur lama untuk menutup kebocoran; dikui hari ini (MetroTv) segera akan dimulai dengan terlebih dahulu membuat platform beton di atas pasir yang sudah mengeras di dekat sumur lama.

Kabarnya rig utk membuat relief well yang akan digunakan sudah tiba di perariran Indsonesia dan akan dimulai bor miring yg mudah2an sebulan lagi akan kelihatan hasilnya seperti yang selalu dilakukan di belahan dunia lain dan berhasil.

Meskipun demikian pembuangan lumpur selama sebulan yad harus dilakukan yang menurut Bupati Sidoarjo cuma ada dua pilihan, pertama merusak lingkungan perairan yang berisi biota laut atau merusak lingkungan daratan yang berisi manusia. Kelihatannya pilihan kedua (ed:: pertama ?) yang lebih manusiawi.

Yang perlu diwaspadai nampaknya ada usaha2 agar sebagian besar biaya akan dipikulkan ke Pemerintah instead semuanya oleh Lapindo apalagi kalau ada yang menumpang untuk mencari keuntungan pribadi.

rzain

Dari http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/37139

From: rzain
Subject: Re: Semburan Sulit Distop

Sabar2, mudah2an satu2nya cara yang pernah dilakukan di belahan dunia lain yaitu yaitu menyumbat melalui relief well berhasil 40 hari lagi.

rzain

Jadi kelihatannya pembuangan lumpur ke laut itu memang tidak bisa dielakkan, dan merupakan tindakan darurat. Dan tentu seharusnya dihentikan begitu relief well telah berhasil dibuat.

Mungkin kini kita perlu memfokuskan kepada PT Lapindo sendiri – bagaimana perlakuan mereka kepada korban bencana alam buatan mereka ini, apakah mereka akan melemparkan tanggung jawab mereka kepada pemerintah, dst. Perlu dibangun fokus dan public pressure kepada mereka; jangan sampai perhatian kita teralihkan kepada hal-hal lainnya.

Sisi lain George Aditjondro

Dari milis FPK :
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/36995


From : Manneke Budiman
Subject: Re: Pertanyaan Sangat Kritis Untuk Staff Harian Kompas

Ikut nimbrung, ya. Saya tak tahu motivasi Kompas untuk tak membuat tinjauan buku atas karya Aditjondro. Tapi saya mau berkomentar soal pernyataan Rekan Lama yang berbunyi:

Mengapa harian Kompas tidak mengkover dan menginvestigasi tentang buku “Suharto Sehat” karangan Adicondro, Asvi W, dst? Apakah benar redaksi Kompas telah tersusupi militer dan pro regim Orba? Sebab setiap kali orang yang benar2 bermoral bailk dan idealis, peristiwa dan tulisannya justru tidak ada, atau tidak dalam, atau sekedarnya.

Saya kebetulan mengetahui sebagian tindak-tanduk George Aditjondor meski tak mengenalnya secara pribadi. Dan saya berkeberatan jika beliau disebut “bermoral baik dan idealis.” Sebagai info, saat ini banyak organisasi dan aktivis, khususnya perempuan, yang ‘memboikot’ ybs karena kasus perceraiannya dengan mantan istrinya yang menghebohkan.

Saya bagi sedikit ceritanya: demi untuk bisa kawin lagi dengan perempuan lain, ybs memperkarakan istrinya di pengadilan dan meminta pengadilan mengesahkan upaya ybs untuk menceraikan istrinya. Sebagian dari alasan yang dikemukakan adalah bahwa istrinya itu tak cukup dapat memuaskan ybs secara seksual, dan dari segi intelektualitas “nggak sebanding” dengan ybs.

Namun, dalam persidangan hampir semua saksi dan bukti mematahkan dalih ybs, dan hakim akhirnya memenangkan sang istri bahkan menganjurkan supaya istrinya itu mengajukan tuntutan balik. Diduga tujuan Aditjondro berperkara adalah agar ia tak harus menafkahi mantan istrinya.

George Aditjondro mungkin tak diragukan kehebatannya dalam membongkar kebobrokan rezim orde baru, tapi ini tak serta merta membuat ia menjadi orang “bermoral baik dan idealis.”

Mungkinkah Kompas tak meliput buku mutakhir ybs karena faktor ‘boikot’ itu juga?

manneke

loekyh wrote:
Rekan lama,

Boleh bertanya, tanpa bermaksud merendahkan berbagai buah pikiran cemerlang dari Adi Condro, di antara ratusan buku2 anti orba dan anti militerisme yg sekarang banyak bertebaran di toko2 buku, apakah buku “Suharto Sehat” yg anda rujuk adalah yg buku TERBAIK dan merupakan buku YANG AKAN MENARIK BANYAK PEMBELI/PEMINAT?

Untuk saya, cukuplah apabila anda bisa menjelaskan bukti2/analisis anda bahwa isi buku tsb adalah yg TERBAIK dari isi puluhan atau isi ratusan2 buku2 lain (tentu saja setelah anda membaca buku2 yg lain tsb), maka saya akan ikut bersama-sama memprotes Kompas, mengapa buku TERBAIK dari semua buku2 anti orba dan anti militerisme tersebut tidak direview oleh Kompas.

Salam, dari rekan baru anda πŸ™‚

Quicklinks: PageRank info & Webmaster resources

The most comprehensive list on PageRank’s DO ‘s / DONT’s I’ve ever found :
[ Google Ranking Factors ]

Note that at the end of the day, content is still king – when you’ve got excellent content, high PageRank will usually be yours automatically. But when that’s not the case, that article above may help you to find out what you did wrong.

For Webmasters :
[ Icons, Buttons, and Badges For Your Website ]

Lorelle’s website also contains other top notch articles / tutorials – please make sure that you have some time to spare before clicking on the link above.

[ ColorSchemer.com ] – a valuable help when you’re doing a design/graphic work. ColorSchemer helps you to choose the right color scheme – just pick a color, then ColorSchemer will suggest other matching colors for that.
Very useful.

Enjoy.

(open source) System Management solutions

When you manage one server, it’s easy to have control of every aspect of it.

But when you’re managing tens or hundreds of them, even Superman will have problems.

System Management and Monitoring (SMM) software can help. By enabling you to monitor (and control) everything from a single application, it will drastically simplify your job.
However, until just about a year ago, the following condition is true for OSS (Open Source Solution) SMM :

Pick any two :
1. easy to setup
2. robust
3. easy to use

Fortunately, things has changed now.

On NetworkWorld’s article titled Open source companies to watch, there are no less than 3 companies providing OSS SMM software. And there are still more OSS SMM software out there.

Things has started to change for the better for OSS system administrators.

Data Recovery in Linux

Willy posted an article discussing how to recover lost data in Linux.

I just would like to add a few more software that you can try for this purpose:

1. [ Foremost ]
Developed by the United States Air Force Office of Special Investigations and The Center for Information Systems Security Studies and Research, this may prove very beneficial in time of trouble.

2. [ DDrescue ]
This is the tool to use when you have a hard disk which is dying and have a load of bad sectors in it.
The tools is fully automatic, just run it and it will try its best to recover your data. It’s loaded with features; such as automatic merging (when there are several copies of the file, it will merge them to get the most complete version of the file), and robust recovery system; when run multiple times, it may be able to recover more of your data.
It also has logfile feature, which enable it to continue from the last point if it was interrupted.

Thanks to Willy for his post.

“RULES OF THE GAME” LIPUTAN MEDIA DI TIMUR TENGAH

Sumber: http://satrioarismunandar6.blogspot.com/2006/08/rules-of-game-liputan-media-di-timur.html

Sejumlah pernyataan di bawah ini saya kutip dari sebuah posting di Internet. Terkesan simpel, tapi bagi saya –yang kebetulan dulu sering meliput politik Timur Tengah– memang ada kebenarannya. Hegemoni wacana pemikiran, yang merugikan posisi Palestina dan Arab, memang banyak menghinggapi insan media. Kita juga bisa membandingkan dengan pemberitaan media atas agresi Israel ke Lebanon, Juli-Agustus 2006.

Tetapi penilaian tentu terserah Anda masing-masing. Ini adalah sejumlah “rules” yang sering dipraktikkan media, dalam meliput konflik di Timur Tengah:

Rule No. 1: In the Middle East, it’s always the Arabs that attack first and Israel that defends itself. That’s called retaliation.

Rule No. 2: Arabs, whether Palestinian or Lebanese, have absolutely no right to kill Israeli civilians. That’s called terrorism.

Rule No. 3: Israel has every right to kill as many Arab civilians as it wants. That’s called legitimate self-defense.

Rule No. 4: When Israel kills too many civilians, the Western powers urge for restraint. That’s called the reaction of the international community.

Rule No. 5: Palestinians and Lebanese have no right to capture Israeli soldiers, even if their numbers are limited to three.

Rule No. 6: Israelis have the right to capture as many Palestinians as they wish — over 10,000 prisoners as of today, of which 300 are children. Uttering the magic word, “terrorist,” is all that’s
needed to throw Arabs behind bars without charges.

Rule No. 7: When you say “Hizballah,” you should always add “supported by Syria and Iran.”

Rule No. 8: When you say “Israel,” you should never add “supported by the United States and Europe” lest the conflict appear imbalanced.

Rule No. 9: Never mention “occupied territories,” or “UN resolutions,” or “violations of international law,” or “the Geneva conventions.” That might perturb television viewers and lead them to ask questions.

Rule No. 10: Israelis speak English better than Arabs. That is why we always give them — and their supporters — more air time. That way, they can explain Rules 1 through 9 to us. That’s called media objectivity.

Rule No. 11: If you don’t agree with any of these rules, or if you think they favor one party over another, that’s because you’re a dangerous anti-Semite.

Ubuntu menjadi makin mudah dengan Automatix

Ubuntu adalah salah satu distro Linux yang paling mudah digunakan. Dengan Automatix, maka menjadi semakin mudah untuk meng optimize dan mendapatkan berbagai software untuk Ubuntu.

Daftar tweak dan software yang disediakan Automatix bisa dilihat disini.

Alternatif lainnya adalah EasyUbuntu, tapi setahu saya Automatix menyediakan lebih banyak software daripada EasyUbuntu.

Automatix kini juga sudah mendukung versi terbaru Ubuntu, yaitu Ubuntu 6.06 (Dapper Drake)

Semoga bermanfaat.