Yearly Archives: 2007

Building Edge Server With Squid 2.6

I have built a few edge servers using squid, one was discussed here. I just realized that I haven’t wrote down how I did it. So here it is :

note: squid 2.6 introduce a new syntax for httpd acceleration. This guide is specific to squid 2.6 or later. (httpd_accel directives are not used in this guide)

1. Install squid

Prefereably using your distro’s package management software (example: “aptitude install squid” on Debian-based distro, or “yum install squid” on Fedora)

But in certain cases you may wish to download the latest version, which you may download from http://www.squid-cache.org/Download/
When I wrote this, 2.6 is the latest stable version.

But you may wish to install version 3.0 instead, for example; if you’re going to install squid as a proxy server, and you wish to save bandwidth by making all of its outgoing requests to specify compression.
However, at this time, squid version 3.0 is not of production quality yet. You have been warned.

Anyway, if you install squid from source, it’s usually as easy as :

mkdir /usr/local/squid
./configure –prefix=/usr/local/squid
make all
make install

## prepare directories
mkdir /usr/local/squid/var/cache
mkdir /usr/local/squid/var/logs
## setup the correct permissions
chown -R nobody:nobody /usr/local/squid/var/logs/
chown -R nobody:nobody /usr/local/squid/var/cache/

2. Setup squid.conf

Here’s the minimum settings required to make squid work as an edge server :

http_port 80 accel defaultsite=www.myaccelerateddomain.com vhost
cache_peer www.myaccelerateddomain.com parent 1234 0 no-query originserver login=PASS
http_access allow all
icp_access allow all
### Disk cache: 4096 MB, 16 top directories max, 256 second-level directories max
cache_dir ufs /usr/local/squid/var/cache 4096 16 256

You may need to change more options, but in most cases, these would be enough.

Some optimizations :

== cache_mem 512 MB : set the cache memory to 512 MB. Adjust to your own situation.
== collapsed_forwarding on : imagine when there are 50 requests for the same page that’s not in the squid’s cache yet. Normally, squid will pass all of them to the webserver. But with this option turned on, squid will pass just one request to the webserver, get the result, and then reply to all 50 of them. Very nice.
== maximum_object_size 4096 KB : More than this, and we’ll be using up the cache disk space faster than we’d like.
== maximum_object_size_in_memory 1024 KB : More than this, and we’ll be using up the cache memory faster than we’d like.
== access_log /usr/local/squid/var/logs/access.log combined : this gives most details in the logfile, but will eat up disk space faster

3. Move webserver from port 80

In the squid.conf above, we specified that the webserver will be listening on port 1234 instead.
So make the necessary adjustments to your webserver’s settings.

4. Restart webserver, and then start squid

Restart your webserver, and then start squid with :

## create the cache directories first
/usr/local/squid/sbin/squid -z
## start squid
/usr/local/squid/sbin/squid

5. Done !

That’s it, now squid will be answering all the requests for your webserver, and will only forward the requests to the webserver if necessary.

Enjoy.

6. Problems ?

  • Some Linux distros by default can only have max 1024 files opened simultaneously. When you have squid running in a busy server, this limit can be very quickly exceeded. When that happened, your server will lock up in a rather spectacular way. Yes, you definitely don’t want this to happen to your server.

    Fortunately, this can be easily fixed, by typing ulimit -n [some numbers]. Example; ulimit -n 4000 will increase the open file limit to 4000.

  • Make it all automatic : To avoid doing these again and again, insert the following lines in the startup script (probably /etc/rc.local or something like that) :

    ulimit -n 4000
    /usr/local/squid/sbin/squid

  • Squid still will NOT cache your pages?
    Sometimes this can be caused by lack of any hint from webserver/PHP, making squid unsure whether to cache this page or not — and to be on the safe side, it default to NOT caching the page.

    To assure squid that it’s okay to cache, put the following lines in the right place of your Apache configuration file :

    <IfModule mod_expires.c>
    ExpiresActive On
    ExpiresDefault “access plus 1 week”
    </IfModule>

Finally, enjoy ! Your server will now serve incoming slashdotting / digg / other kind of massive incoming traffic without breaking a sweat.

Dedicated Server : Self-hosted Atau Sewa ?

Ada seorang client saya yang bermasalah – websitenya sering down. Saya jadi bingung, karena instalasi dari kami sebetulnya sudah beres. Ternyata;

  1. Link ke internet dari datacenternya hanya memiliki bandwidth sebesar 128 Kbps
  2. Website nya cukup high-profile (salah satu ormas terbesar di Indonesia), sehingga
  3. Sangat sering diserang cracker (portscan, hack attempts, mailbomb, dll), atau
  4. Diserbu spam

Poin nomor 3 memerlukan strategi & implementasi keamanan yang ekstra ketat & bandwidth yang besar (terutama untuk menghadapi mailbombing, portscan, DoS, dll), sedangkan poin nomor 4 membutuhkan bandwidth yang besar.

Masalah utama pada kasus client tersebut adalah bandwidth – walaupun linknya adalah dedicated dengan rasio 1:1, namun jelas masih jauh dari cukup untuk menghadapi kasus DoS. 2 zombie saja sudah cukup untuk menghabisi seluruh bandwidth yang ada!

Saya kemudian merekomendasikan client tersebut untuk memindahkan websitenya ke webhoster. Ybs setuju, dan kini sedang dalam proses pemindahannya. Webhoster ini juga memasang web-app firewall, sehingga akan sedikit membantu untuk mengatasi berbagai security hole di website ybs; sambil perlahan-lahan dilakukan security audit secara keseluruhan.

Setelah website mereka up & running, maka kami kemudian bisa membenahi infrastruktur datacenter mereka dengan tenang tanpa terburu-buru.

Salah kaprah

Ini adalah kasus salah paham yang cukup lazim terjadi — datacenter yang berfasilitas lengkap, server bermerek, operating system original versi enterprise; maka berarti sudah lebih dari mencukupi untuk sekedar “hanya” menghosting sebuah website ?
Tidak selalu demikian halnya, seperti yang ditemukan oleh client saya.

Jika suatu saat Anda perlu memiliki sebuah server di Internet, apa saja faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan ?
Beberapa saya coba cantumkan di bawah ini :

Kelebihan Dedicated Self-hosted : (seperti pada kasus client saya)

  • Full control : 100% kontrol server berada pada anda
  • Physical access : mudah untuk mengakses server secara langsung / fisik.

Kekurangan Dedicated Self-hosted :

  • Investasi infrastruktur : untuk mendapatkan uptime yang baik, perlu dilakukan investasi yang tidak sedikit untuk datacenter Anda — anti gempa, anti kebakaran, physical security, climate control, UPS, generator, dan jika ada banyak server di lantai tersebut maka mungkin lantai gedung tersebut mungkin perlu diperkuat / reinforced (karena satu rak server saja beratnya bisa lebih dari setengah ton pada footprint yang sangat kecil).
  • Investasi SDM : perlu ada SDM yang ahli dan jumlahnya mencukupi untuk me maintain semua server yang ada.
  • Biaya per server : untuk setiap server, ini adalah up-front cost yang biasanya dibayar 100% di muka. Ini mungkin dapat mengganggu cashflow perusahaan, apalagi jika jumlah server cukup banyak.
  • Biaya akses Internet : akses internet di Indonesia tidak murah (lebih tepatnya; luar biasa mahal). Dan tidak cukup untuk hanya satu jalur, Anda perlu menyediakan paling tidak 2 jalur akses yang berbeda ke Internet, agar bisa didapatkan uptime yang baik untuk datacenter Anda.

Jadi dari sini saja sudah bisa kelihatan, bahwa self-hosted server adalah opsi yang cenderung hanya bisa dilakukan oleh institusi yang besar & memiliki sumber daya yang cukup.

Untunglah kini sudah ada banyak provider dedicated server yang biayanya terjangkau namun dengan pelayanan yang sangat baik. Beberapa di antaranya adalah :

  • Layeredtech.com : saya sudah menggunakan ini selama hampir 4 tahun, dan belum pernah mengalami masalah yang fatal dengan mereka.
  • Dreamhost.com : well, sebetulnya ini shared-webhosting provider, mereka tidak menyediakan dedicated server. Namun, disk space 200 GB & bandwidth 1024 GB dengan biaya hanya sekitar US$ 9 / bulan, mungkin banyak orang akan menemukan ini sudah lebih dari mencukupi bagi kebutuhan mereka.

Saya belum bisa merekomendasikan secara pribadi selain 2 provider di atas, namun saya yakin masih ada lagi yang kualitasnya juga baik. Untuk memeriksa kualitas suatu provider dan menemukan penawaran-penawaran khusus, Anda bisa membuka WebHostingTalk.com

Catatan :

Pada berbagai paket Dedicated server, seringkali ada pilihan “Managed”. Jadi, server tersebut akan di manage oleh tim provider.

Tapi hati-hati, definisi “managed” itu sendiri amat, sangat bervariasi. Kadangkala “managed” bisa berarti hanya sekedar reboot; tim mereka tidak akan mau memasangkan software yang Anda butuhkan. Jadi, periksa dulu semua detailnya dengan seksama, sebelum Anda mengeluarkan biaya ekstra untuk layanan “managed” ini.

Pakai Software Bajakan, Gaji Kepala Sekolah Dipotong 50%

Dari : detikinet.com


Moscow, Pengadilan akhirnya memutuskan untuk memotong gaji kepala sekolah di Rusia sebanyak 50 persen, terkait pemakaian software bajakan Microsoft.

Potongan gaji tersebut merupakan bentuk denda yang dikenakan pengadilan Rusia terhadap Alexander Ponosov lantaran menggunakan software bajakan Microsoft di 12 komputer di sekolahnya.

Menurut jaksa, Ponosov dinilai telah melanggar property rights Microsoft, karena membolehkan para muridnya memakai 12 komputer tersebut yang bersenjatakan sistem operasi Windows dan aplikasi Microsoft Office tak berlisensi.

Ponosov adalah kepala sekolah di sebuah sekolah terpencil di daerah Perm, Rusia. Ponosov sendiri mengaku bahwa dirinya tidak tahu menahu soal software yang dipakai di komputer sekolahnya yang ternyata palsu. Software tersebut diakui Ponosov sudah terinstal ketika mereka membeli komputer itu.

Ponosov yakin bahwa dirinya tidak bersalah dan mengklaim akan mengajukan banding. Ia juga mengaku belum membayarkan denda tersebut. Gaji Ponosov sendiri per bulannya adalah 10.000 rubel atau Rp 3,4 juta.

Microsoft Rugi Rp 92,3 Juta

Menurut agen berita RIA, menyebutkan pernyataan hakim, Ponosov dinyatakan telah merugikan Microsoft senilai 266,000 rubel atau Rp 92,3 juta (1 rubel = Rp 347 sumber: xe.com).

Rusia saat ini tengah berjuang menumpas kasus-kasus pembajakan sebagai bagian dari usahanya untuk bergabung dengan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO). Di Rusia, salinan Windows XP bajakan dijual dengan bandrol US$ 6 (Rp 53 ribu).(dwn/dwn)

Waspada: Obral BUMN kepada Swasta

Salah satu posisi Menteri yang diganti pada reshuffle kabinet baru-baru ini adalah Menneg BUMN. Ini adalah saya kira yang paling mencemaskan.

Kita tentu masih ingat, bagaimana di zaman Megawati, banyak BUMN yang dilego dengan harga yang sangat merugikan negara. Kini, ada kemungkinan skenario tersebut akan terulang kembali.
Yang dirugikan nantinya tentu adalah rakyat kecil lagi.

Tapi ini bisa kita atasi, jika kita semua mau bekerjasama.
Komunitas IT Indonesia kemarin ini sudah berhasil menggagalkan MoU Pemerintah dengan Microsoft. Bersama-sama, kita bisa mencegah terjadinya berbagai proyek yang justru akan merugikan rakyat.

Bacaan lebih lanjut :

1. Hasil reshuffle kabinet
2. Konspirasi membidik posisi Menteri BUMN
3. Posisi Menneg BUMN diincar

Blogger tertua di Indonesia ?

Silungkang Dalam Sejarah adalah sebuah blog yang dibuat oleh bapak Munir Taher (1). Beliau berumur 73 tahun, dan dibantu oleh seorang keponakannya dalam perawatan blog tersebut. Halaman MyBlogLog.com beliau bisa dilihat disini.

Sesuai dengan namanya, blog ini membahas seputar sejarah Silungkang – sebuah desa kecil di Sumatera Barat, dengan sejarah yang sangat berwarna-warni. Mulai dari pemberontakan terhadap penjajahan Belanda di tahun 1927, keikut sertaan di pameran dagang internasional di Belgia, salah satu desa pertama di Sumatera yang mendapat listrik & telpon (berkat hubungan baik dengan bung Hatta), tidak ada korban tewas karena Romusha (berkat kecerdasan wali nagari pada saat tersebut), dan lain-lainnya.

Blog ini adalah usaha beliau untuk mendokumentasikan sepotong sejarah Indonesia, yang jika tidak dilakukan maka akan terancam lenyap, sejalan dengan telah wafat para pelaku sejarahnya. Semoga berhasil dan bisa banyak bermanfaat.

(1) disclaimer: ybs adalah mertua saya.

Open source : penjelasannya dalam bahasa Indonesia

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang anggota DPR. Seperti biasa, pada kesempatan tersebut saya mempromosikan mengenai open source.
Di luar dugaan, pertanyaan beliau sederhana, namun cukup membuat terhenyak; “Open source itu apa sih ?”

Kemudian saya baru sadar, sepertinya saya belum pernah ada membuat penjelasan mengenai open source itu sendiri, dalam bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. Tentu juga ada perlu dijelaskan mengenai berbagai keuntungannya, sehingga menjadi menarik.

Yah, beginilah, dasar techie ๐Ÿ˜€ ngomongnya sudah yang ribet duluan. Padahal masyarakat lebih memerlukan yang sederhana saja.

Dengan itu, maka terlampir adalah presentasi mengenai Open Source dan berbagai keuntungannya :

Sekilas Open Source :

[ format HTML ]
[ format Open Office ] (31 kb)
[ format PDF / Acrobat Reader ] (70 kb)
[ format Microsoft PowerPoint ] (136 kb)

Silahkan dimanfaatkan, semoga berguna.

Fun with Google Earth & Google Map

I just realize that there’s a version of Google Earth for Mac. So I downloaded it and had fun browsing around Jakarta & Indonesia.

Then I tried to find Aston Villa FC stadium. Found it here.
Since it’s located right next to the backyard of my house in UK, I browsed a bit to see if I can see my house there.

To my surprise, I even managed to found my car in the photo, a red Toyota Estima Lucida X 2.2 liter (Turbo Diesel) 4WD, 8 seaters MPV. Yay !
(I’m so helplessly geeky)

Here’s the My Toyota Estima Lucidascreenshot of Google Earth, in case they updated the photo (which will erase the car from the old photo).

The Toyota Estima is a joy to drive. Smooth, stable, easily takes over other cars despite its bulky size (hey, it’s a 8 seater), fits the whole family with room to spare (massive cabin size), rotating / folding seats (you can even set the backseats to face each other). Will easily pass over the speed limit if I’m not careful.
On the roads with no speed camera (such as Scotland’s highland / countryside), it takes no time to get close to its maximum speed, thanks to its automatic turbo capability, while still a joy to handle (low centre of gravity, heavy weight, excellent power steering).

I have an especially fond memories of its 4WD (seriously) capability — at a time, Birmingham was under a snow storm, and the roads are covered with thick, (very) slippery ice. I was trapped in the traffic jam in the middle of the road, while we need to see my wife who just gave birth to our 4th daughter.

After telling the kids to brace themselves, I activated the 4WD switch, went over the lane separator, and over into the icy, snow covered fields just next to the lane. We quickly arrived on an empty road leading to the hospital, and arrived there safely.
On the way back we went offroad in the city again, and arrived home in no time.

In the morning, people told stories on how they were trapped on the road for hours, some for 12 hours, some were even trapped until the morning. Told my story, and people were having problems believing that an 8 seater is a 4 wheel drive; much less the in-city offroad adventure that night.
Whatever ๐Ÿ˜€

Anyway, my house is located not far from where the car was parked. It’s right here.

Loads of fun. And not only that, I’ve started to got projects which will be using Google Maps extensively. More in a few months time inshaAllah.

Horror Stories

Watching horror movies, much to my wife’s dismay, I usually complained incessantly about everything; cheap “special” effects (especially in indonesian horror movies), the stupid victims that do things exactly the opposite ways, the unbelievable plot, etc. I was complaining so much when watching Apocalypto, we stopped the movie halfway.

But [ this one ], oh my, it made me cringe. And felt the fear, that it will happen to me someday.

Please God have mercy. Don’t let it happen to me. Just let me laugh at them.

๐Ÿ˜€

Oldies but Goodies

Tidak terasa sudah cukup lama saya nge blog. Mulai dari blog buatan sendiri sejak tahun 2001 yang sangat sederhana di pangsit.com, sampai akhirnya menggunakan WordPress versi terbaru di server ini. Sejak dahulu saya berusaha agar posting yang ada bisa bermanfaat bagi orang lain, walaupun hanya untuk 1 orang saja.

Sudah beberapa tahun ini saya melihat fenomena yang sangat menarik. Ada banyak posting lama saya yang perlahan-lahan, namun pasti, menjadi makin populer. Artikel yang baru justru tidak selalu demikian.

Padahal trend yang biasa kita lihat biasanya adalah para blogger berusaha agar content blognya selalu fresh. Blog saya justru makin ramai walaupun makin jarang saya update karena kesibukan akhir-akhir ini. Ini belum pernah saya temukan dibahas sebelumnya.

Posting lama yang makin populer itu tidak hanya ramai dikunjungi, namun kadang juga diskusinya menghangat kembali. Akhirnya impian saya menjadi kenyataan; yaitu membuat artikel yang “hidup”, dengan memanfaatkan platform blog. Artikel-artikel yang selalu terus up to date dengan sendirinya, walaupun kontribusi dari saya sudah nyaris tidak ada.

Beberapa di antaranya :

[ 1 ] RT – TV : diskusi tentang pemancar TV & Radio.

Ide artikel ini adalah karena keinginan saya untuk membuat pemancar TV sebagai ganti dari acara stasiun TV yang ada, yang kebanyakan tidak layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Artikel pada tahun 2005 ini kemudian makin ramai dikunjungi oleh berbagai pihak – penjual pemancar TV, pakar bidang penyiaran, pelajar yang mencari informasi teknis, dan orang-orang yang juga ingin membuat pemancar sendiri. Luar biasa.

[ 2 ] Rokok : cara mati pelan-pelan yang menyakitkan

Paman saya, yang sangat baik kepada saya waktu masih kecil, dan juga kepada keluarga kami, meninggal dunia dalam kesakitan yang luar biasa akibat rokok. Sejak itu saya selalu berusaha mencoba menyampaikan mengenai bahaya rokok.

Ketika blog ini dibuat, maka suatu hari di awal tahun 2005 saya membuat artikel ini.
Sampai sekarang, artikel ini terus ramai dikunjungi orang. Mudah-mudahan makin banyak yang bisa mendapat manfaat darinya.

[ 3 ] PC World sucks !

Niat menolong kawan, yang terjadi adalah penderitaan. Komputer bermerek belum tentu jaminan kualitas.
Detail masalah yang saya alami (tidak ada driver untuk komputer) kemudian saya rinci di artikel ini. Di luar dugaan, sampai akhir-akhir ini artikel yang dibuat pada tahun 2004 tersebut terus dikunjungi dan dikomentari orang. Beberapa komentator menuliskan solusi yang mereka temukan, dan sepertinya telah berhasil membantu cukup banyak orang. Speechless deh saya ๐Ÿ™‚

[ 4 ] Cara cepat belajar PHP

Ini adalah artikel paling populer di situs ini, sampai muncul updatenya.
Updatenya ini kemudian menjadi artikel paling populer di blog ini, walaupun dibuat berdasarkan dari sebuah artikel yang telah berumur hampir 3 tahun !

Dan masih banyak lagi. Apa kesimpulan yang bisa kita tarik dari sini ?

1. Quality Content is King :

Bukan status fresh atau basbang (basi banget). Content yang berkualitas akan terus bermanfaat bagi banyak orang, tanpa peduli waktu.

2. Perbaharui content Anda :

Sebagai layanan publik, jika ada artikel Anda yang populer namun sudah tidak up to date, coba sisihkan waktu untuk memperbaharuinya. Maka artikel tersebut akan menjadi semakin bermanfaat secara signifikan.

3. Jangan matikan fasilitas komentar

Memang spammer adalah salah satu hal paling menyebalkan di blog, namun mematikan komentar bukan solusinya. Plugin Spam karma 2 adalah salah satu solusi paling ampuh untuk melawan mereka.

Pasang spamkarma 2, hidupkan fasilitas komentar – dan amati dengan penuh rasa takjub bagaimana artikel-artikel lama Anda kemudian jadi hidup kembali !

4. Backup

Artikel yang berkualitas itu seperti anggur – makin lama maka semakin diminati. Lindungi dengan melakukan backup blog/website Anda secara rutin.

Bagaimana dengan blog Anda ? Apakah ada juga banyak artikel “uzur” yang justru makin populer ?
Bagilah ceritanya dengan kami disini!

Firefox: Save As Image

Save As Image is a little-known Firefox plugin/extension which is very, very useful. Last time I checked, there’s only 27 webpages pointing to it. But if you’re a web designer / developer, you’ll be able to save precious time by using this small plugin.

Part of your work as web designer / developer is to take screenshots of website and then present it to your client as mock-up, or to quickly point out errors, etc. But most of the time, the website won’t fit on your computer screen.

Usually you’ll take a screenshot, scroll down a bit, take another screenshot, scroll down again, and so on. At the end, you’ll have to stitch the screenshots together into a single file.

No more such hassle with this plugin. Just install, and then you’ll be able to generate the whole webpage screenshot in a snap.

For Firefox 1.5.x users, you can download the plugin from here.

Bemo Live

Kemarin ini seorang veteran jaringan BBS / Bemo Net (aka the original junkers network) kembali muncul. Masih tetap dengan inisial *MR* . Dan, kawan-kawan lainnya masih tetap ngelaba juga… *gdubrak* oi, sadar euy, rambut sudah pada mulai putih dan buntut sudah panjang, ha ha. ๐Ÿ˜€
.
Terlampir satu cuplikan diskusinya untuk pelepas stress Anda :
.

From: “* MR *”
Date: Tue, 1 May 2007 18:15:52 -0700 (PDT)
Subject: [batavia] produk

Yang punya baru satu belon tau ya… X-P
biarpun pabriknya sama, spec hardwarenya sama, OSnya beda2 lho

anakku yang pertama WINDOWS, user friendly banget ๐Ÿ™‚
yang kedua rada rewel, model2 DOS, ga bisa multitasking, kadang masih ngehang
yang ketiga keliatannya LINUX kali.. masih belon jelas.. belon satu taun dirakitnya

he..he

*MR*

—– Original Message —-
From: Indra Pramana
To: bemo-batavia@yahoogroups.com

Bikin lagi aja Don… gitu aja kok repot… *ala GusDur*

๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

-ip-

At 02:13 PM 5/1/2007, Donny Hariadi wrote:
>Hehehe… Gue juga baru satu. Tapi itu kejadian 2 tahun yang lalu… Di
>Asih juga. Di mana2x spec hardware-nya sama koq. OS-nya juga udah
>standard. Tinggal loe programnya gimana… Hehehe… Gue jadi kangen
>masa2x anak gue umur segitu… :p
>

>Boyke Bader Brillianto wrote:
> >
> > Anak pertama don…. masih pemula bgt gw nih….
> > Pulang dari rumah sakit gw shock karena ternyata gak dikasih Operation
> > Manual-nya untuk baby gw….
> > Padahal gw paling seneng kalo punya maenan baru, apakah itu gadget,
> > hape, games, dll yg pertama gw buka adalah manualnya.
> > Gw cari2 di internet juga blm dapet tuh .pdf nya yg lengkap…
> > Ada 1 yg paling mirip malah manualnya tamagotchi.. .simple banget
> > teorinya, misalnya kasih makan, bersihin popok, tidurin, mandiin, that’s
> > it…
>
> > Tapi prakteknya banyak inconsistent variables… .. ujung2nya pake
> > trial-n-error concept aja deh hehehe.

From: “Abimanyu P.K. Wachjoewidajat”
Date: Tue, 1 May 2007 17:03:54 +0700

wah nama M*r*a R*g**a akhirnya nungul lagi di wahana bemo.. tapi ini si M yang asli atau singkatan Moyke Rader? :)) :)) :))

Abi

—–Original Message—–
From: bemo-batavia@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, May 01, 2007 11:39 AM

bukannya *Matahari dan Rembulan* ? he..he…
iya iyah bener…
btw.. dulu masih bisa begadang bbs-an pabanyak-banyak mail
sekarang udah punya anak 3… ga ada waktu ๐Ÿ™‚
ini kebetulan di tempat kerja ada internet online 24 jam, jadi kalo pas ada waktu,
nyempet2in melihat ‘dunia’

*MR*

On 01/05/07, * MR * wrote:

wah selamat.. selamat…
ngomong2… semua udah pada punya anak istri neehh?

*MR*

—– Original Message —-
From: Indra Pramana
To: bemo-batavia@ yahoogroups. com

Dear all,

Tentu masih inget dengan rekan kita Boyke Bader yang dulu aktif di
BBS dan Bemonet, kan? ๐Ÿ™‚ Berikut adalah berita gembira dari beliau.

Selamat. ๐Ÿ™‚

-ip-

>From: “Boyke Bader Brillianto”

>Date: Mon, 30 Apr 2007 16:42:49 +0700
>Subject: [gd508] New Member
>
>Guys,
>
>Sekedar mau kasih kabar gembira nih…
>
>Telah hadir anggota terbaru gd508 executive club, hasil jerih payah
>saya dan istri pada hari kartini tgl 21 April 2007, pukul 17:26 WIB di RS Asih
>Kebayoran Baru, dgn prosedur
>spontan dgn bobot 3000 gram dan panjang 49 cm. Namanya Neshandra.
>
>Terima kasih atas doanya, dan mohon maaf bagi yang baru menerima
>kabar hari ini, kebetulan baru bertemu dgn internet hari ini,
>setelah cuti seminggu penuh.
>
>Tapi tidak ada kata terlambat untuk memberi kado atau bentuk ucapan
>selamat dalam bentuk materi lainnya. PO BOX dapat dibuka sewaktu2 di
>area Starbucks, Coffee Bean atau tempat2 keriaan lainnya di Jakarta.
>
>Hormat kami,
>
>Boyke & Istri

Bazaar @ Taman Permata 2 (Bintaro)

Akhirnya hari ini tiba – saatnya berjualan ! Anak-anak bangun dengan antusias dan segera mandi. Papanya baru sadar bahwa masih ada daftar harga yang belum dicetak, dan buru-buru mempersiapkannya sebelum bazaar dimulai ๐Ÿ˜› yaitu pukul 08:00

Beberapa minggu yang lalu kami cukup terkesan menerima undangan untuk mengikuti bazaar di kompleks kami yang kecil ini. Memang warga disini cukup kompak, dan inilah salah satu hasilnya. Kami segera mendaftar. Lalu saya katakan kepada Helen, bahwa ini kesempatan kita untuk mulai memperkenalkan dunia “nyata” kepada anak-anak, yaitu bidang perdagangan. Kami sepakat, dan mulai mempersiapkannya.

Yang akan dijual rencananya adalah “biskuit pelangi”. Semacam adonan kue lidah kucing, namun lebih tebal, dengan bentuk yang bermacam-macam dan menarik. Lalu di atasnya diwarnai dengan menggunakan coklat cair berwarna-warni. Rasanya? Walaupun yang membuatnya anak-anak, tapi tidak kalah dengan Famous Amos (I’m highly biased, of course ๐Ÿ˜€ tapi betulan enak kok!)

Akhirnya pukul 08:00 pagi pun tiba. Meja kami sudah siap. Ada spanduk di depan meja yang menjelaskan dengan gamblang bahwa hasil penjualan akan 100% disumbangkan, … err, untuk uang saku anak-anak ini ๐Ÿ˜€

Anisah & Sarah sudah duduk manis, siap menyambut pembeli pertama :
siap berjualan

Sekitar pukul 08:20, akhirnya, pembeli pertama !
bazaar tp2 - penglaris

Setelah itu bazaar terus semakin ramai :
bazaar tp2 - makin ramai

Ternyata, panitia mengundang sebuah perusahaan pemilik bouncy castle raksasa. Sorak sorai gembira anak-anak mengundang makin banyak warga kompleks dan sekitarnya. Suasananya menjadi makin padat !
bazaar tp2 - makin ramai

Laris manis… akhirnya, hanya tersisa satu buah lagi biskuit pelangi. Sementara titipan dari nenek juga terjual dengan cukup cepat :

What a day.

Lessons learned :

  • Persiapkan aktivitas pengisi waktu senggang. Waktu bazaar yang cukup lama tidak selalu sibuk melayani pembeli. Seringkali kita cuma duduk menunggu. Jika ada kegiatan (contoh: cetak beberapa halaman permainan matematika Sudoku, kuis “berhadiah”, beberapa lembar halaman dari Wikipedia / Damn Interesting.com, dst), maka mereka akan dapat lebih menikmati kegiatan ini.
  • Berikan anak-anak jatah uang saku untuk acara tersebut. Kalau tidak, maka mereka akan jadi terus meminta kepada kita (karena banyak stand yang menjual berbagai pernak-pernik yang menarik untuk anak kecil) selain juga karena mereka bosan (lihat poin sebelumnya)

Sampai ketemu di bazaar berikutnya !

Undangan menulis buku dari Lembaga Penerbit FE UI

Lembaga Penerbit FE UI (LPFEUI) mengundang para penulis untuk menerbitkan buku di LPFEUI.

Kami menerima naskah baik buku Teks Kuliah, Komputer, Manajemen, Psikologi, buku umum populer, buku agama, novel, kumpulan cerpen, dll.

Dengan kekuatan jaringan di seluruh Indonesia (seluruh Toko buku Gramedia, Gunung Agung, Kharisma Aksara Media, Toko Buku Utama, Kinokuniya, NewsStand, Togamas, Uranus, Tiga Serangkai, Sosial Agency, Toko Buku Kampus, BBC, Direct Selling, Agen, Distributor dan Toko-Toko Buku diseluruh Indonesia) memastikan pemasaran buku yang kami terbitkan.

Disamping itu kemampuan desainer dan layouter kami menjadikan penampilan buku anda menarik dimata konsumen.

Selain itu, lini percetakan yang kami miliki menambah kekuatan kami dalam produksi buku dengan cepat dan harga dasar buku terendah.

Kami dapat dihubungi melalui telepon (021) 31930252 atau melalui HP saya (Dwi Wibowo) 08129809361, atau email dwiwibowo@yahoo.com. Saat ini kami sedang melakukan konstruksi website kami di www.LP-FEUI.com

Kami tunggu partisipasi anda. Bergabung dan bekerjasama dalam LPFEUI yang terus berkembang

Salam

DWI WIBOWO
Manajer Humas dan Kerjasama
Lembaga Penerbit FEUI

Lembaga Penerbit FEUI
Jalan Salemba 4, Jakarta, 10430
Telp. (021) 31930252
Faks. (021) 3106472

Software Portable

Walaupun sering bepergian ke berbagai lokasi, sebetulnya saya sering malas membawa laptop (kembali ke laptop? mbuh..). Walhasil laptop saya jadi awet dan kondisinya tetap mulus (atau mungkin juga karena saya belikan sleeve-nya?).

Nokia E70 sudah sering membantu di beberapa perjalanan, sehingga saya bisa meninggalkan laptop saya. Kalau saja ada Open Office di handphone ini….

Ternyata ini bisa ๐Ÿ™‚

Sejak beberapa waktu yang lalu, saya telah memasang Portable Apps.com di handphone ini.
Dengan card MicroSD sebesar 1 GB, sudah lebih dari cukup untuk menyimpan seluruh aplikasi yang ada di situs tersebut. Open Office, Firefox, 7-Zip (compressor favorit saya), Video Player (VLC), html/css editor (nvu), PuTTY (penting ๐Ÿ™‚ ), Photoshop (eh ralat, gimp) – bahkan anti virus (clamWin) juga ada.

Hidup open source !
Kini handphone saya makin powerful – cukup membawa handphone dan kabel USB-nya, maka kemudian saya bisa menggunakan aplikasi yang saya perlukan dimana saja.

Jelas ini banyak manfaatnya, tapi yang paling menarik mungkin adalah untuk demo “rusak”-nya Internet Explorer ke client — beberapa client protes bahwa sebuah website extranet yang kami develop tampilannya jelek. Cukup bermodal portable Firefox yang ada di handphone ini, maka kami bisa menunjukkan bahwa sebetulnya ini gara-gara “bug” CSS di Internet Explorer.
Setelah itu biasanya mereka berhenti protes dan dengan senang hati kami pasangi Firefox ๐Ÿ™‚

Lalu saya menemukan Portable Open Source. Wow…. ada banyak pilihan lagi disitu. Webserver, Wiki portable, kamus gratis, security software, software keuangan pribadi, CD burner. Dan games.

Saatnya untuk membeli card memory yang lebih besar lagi ๐Ÿ™‚

Referensi :
[ PortableApps.com ]
[ Portable Open Source ]

Menkominfo : “Tolong ada perusahaan open source” — ini dia pak :

Pada berita di detik.com yang berjudul Menkominfo Minta Adanya Perusahaan Open Source, Menkominfo dikutip mengatakan :

Ia mencontohkan, dukungan yang dimaksudnya seperti konsultasi pemakaian dan bantuan pengoperasian. “Kalau help and support seperti itu saja tak ada, mau tak mau pengguna terpaksa mandiri,” tambahnya

Untuk itu, Sofyan menyarankan para pengembang open source di Tanah Air agar membentuk perusahaan. Tujuannya, lanjut dia, selain bisa memberikan bantuan pelayanan pada pengguna, kalangan open source juga bisa turut serta dalam tender legalisasi software yang digelar pemerintah.

Berikut ini adalah daftar beberapa perusahaan konsultan open source :

  1. Nurul Fikri
  2. Rimbalinux

Perusahaan yang tercantum disini adalah yang qualified untuk sampai mengikuti tender pemerintah (surat perusahaan lengkap, resources open source mencukupi, dst)

Jika Anda mengetahui perusahaan lainnya, silahkan dapat berbagi informasinya dengan berkomentar di posting ini. Terimakasih.

Michael Dell menggunakan Ubuntu

Siapa sangka ternyata Michael Dell, konco erat Microsoft, menggunakan Ubuntu di laptopnya ?

Spec selengkapnya :

Hardware: Dell Precision M90

* Intel Core 2 Duo T7600 Processor
* 4GB DDR2 667Mhz DRAM
* 17″ WXGA+ Widescreen LCD
* 160GB 7200rpm SATA hard drive
* 8X DVD +/- RW optical drive
* NVIDIA Quadro FX 3500 512MB

Software:

* Ubuntu 7.04 Feisty Fawn
* VMWare Workstation 6 Beta
* OpenOffice.org 2.2
* Automatix2
* Firefox 2.0.0.3
* Evolution Groupware 2.10

Mudah-mudahan ini merupakan awal era baru – dimana akhirnya ada vendor global yang berani (dan tidak takut digertak / diancam oleh Microsoft) untuk membundel operating system non Windows. Dampaknya bisa sangat luar biasa bagi corporate buyers. Here’s hoping.

Beasiswa : travel bursary untuk mahasiswa otomotif / engineering

Saya menerima email di bawah ini dari staf FISITA, Kelly Williams. FISITA adalah organisasi engineer otomotif, di Indonesia namanya adalah IATO (Ikatan Ahli Teknik Otomotif) Indonesia (atau dikenal juga sebagai SAE Indonesia). Ya, salah satu hasil kerja organisasi ini adalah standarisasi oli mesin yang biasa kita pakai sehari-hari — SAE-40, dst.

Nah, setahu saya, belum ada yang apply travel bursary ini. Jadi jika Anda memenuhi persyaratan, manfaatkan saja peluang ini. Detilnya adalah sbb :

FISITA offers student engineers the opportunity to apply for travel bursaries to help with the costs of taking part in organised work placements (internships, exchange programmes etc.) in automotive companies and research institutions overseas.

Awards of up to EUR 2,000 are available to successful candidates.

To be eligible to apply you must:

ร‚ยท be studying engineering at undergraduate or postgraduate level at a recognised college or university
ร‚ยท have arranged an industry or research placement in an automotive company or organisation overseas
ร‚ยท be a member of a FISITA member society

Further information can be found at http://www.fisita.com/students/bursary

Kind regards

Kelly Williams
Executive Officer

FISITA,
30 Percy Street, London
W1T 2DB United Kingdom

Disitu ada disebutkan syarat ketiga yaitu harus menjadi anggota FISITA. Untuk di Indonesia, ini bisa dilakukan dengan menghubungi IATO Indonesia. Biaya keanggotaannya untuk mahasiswa setahu saya sangat murah (atau malah gratis ya?)

Semoga bermanfaat.

Pengenalan Thin Client di Linux dengan LTSP

Saya baru sadar bahwa selama ini saya sudah banyak menulis artikel tentang LTSP di situs ini, namun belum menjelaskan secara lebih detil mengenai apa thin client dan LTSP (Linux Terminal Server Project) itu sendiri. Saya akan coba jelaskan sedikit di posting ini.


UPDATE : Instalasi LTSP sekarang sudah sangat mudah sekali, terutama di Ubuntu Linux.
Silakan tinggal mengikuti panduan ini : Ubuntu LTSP Quick Install


Thin client adalah jenis infrastruktur IT dimana client/workstation/desktop hanya menampilkan layar/output, dan tidak melakukan proses komputasi lainnya. Semua pekerjaan dilakukan di server. Karena itu client tidak membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang “mewah”. Pentium II dengan memory 32 MB sudah lebih dari cukup, dan hard disk tidak diperlukan.
Arsitektur thin client kadang juga dikenal dengan istilah centralized atau server-based computing.

Contoh berbagai solusi thin client misalnya Windows Terminal Server, Citrix Metaframe, NX, dan, yang akan dibahas sekilas disini, LTSP.

Ada banyak kelebihan solusi berbasis thin client jika dibandingkan dengan desktop konvensional :

  1. Investasi hardware jauh lebih murah : Dimana biasanya untuk setiap staf baru kita perlu membelikan sebuah komputer Pentium IV dengan memory minimal 256 MB, dengan thin client maka kita cukup membelikan komputer bekas Pentium II dengan memory 32 MB — namun performanya tetap dapat menyamai Pentium IV
  2. Longer hardware lifecycle : selain investasi hardware lebih murah seperti yang telah disebut diatas, juga umur hardware menjadi lebih panjang. Dimana biasanya mungkin kita perlu meng upgrade komputer desktop setiap 3-4 tahun, dengan solusi thin client, maka komputer bisa digunakan sampai lebih dari 5 tahun dengan performa yang tetap sangat baik.
  3. Maintenance : Jauh lebih mudah, tidak mengganggu user, dan tidak memakan waktu. Dimana biasanya jika ada komputer rusak maka kita perlu waktu minimal satu hari (backup data user, install ulang komputer, restore data user). Maka, dengan thin client kita cukup mengganti komputer user dengan komputer Pentium II lainnya; dan user dapat kembali bekerja dalam waktu hitungan menit.
  4. Manajemen desktop : juga menjadi jauh lebih mudah – contoh: jika ada 100 desktop, maka kita perlu melakukan 100 kali instalasi seluruh software yang ada. Namun dengan solusi thin client, maka kita hanya perlu instalasi satu kali, dan 100 desktop otomatis akan mendapatkannya juga.

    Kita juga bisa mudah “mengunci” desktop client, sehingga mereka tidak bisa memasang software-software tanpa sepengetahuan kita — dimana ini adalah salah satu penyebab utama masuknya virus / spyware / trojan, dengan dampak susulan yang bisa sangat fatal bagi perusahaan.
  5. Upgrade mudah & murah : untuk meningkatkan kinerja seluruh desktop, seringkali dapat dilakukan cukup dengan upgrade memory di server dan/atau upgrade switch. Dibandingkan dengan desktop biasa, dimana jika ada 100 desktop maka total biaya upgrade dikalikan dengan 100 buah komputer, sangat mahal & tidak efisien.
  6. Keamanan data : karena semua data tersimpan di server, maka bisa lebih mudah kita amankan dari oknum staf (corporate espionage, internal hacker, dst). Desktop thin client juga bisa kita “kunci” sehingga semua fasilitas akses datanya (disket, USB, dll) tidak berfungsi (sehingga oknum staf tidak bisa mencuri data dari komputernya dan dibawa keluar perusahaan)

Nah, LTSP, sebagai salah satu solusi thin client, memiliki semua kelebihan yang tersebut diatas, dan masih ditambah lagi dengan :

  1. Bebas biaya lisensi : karena berlisensi GPL (open source). Bandingkan misalnya dengan solusi Windows Terminal Server, atau Citrix, yang bisa dengan mudah menembus angka ribuan atau puluhan ribu dolar.
  2. Fleksibel, mudah di upgrade : saya telah mengalami sendiri bagaimana mudahnya upgrade ke versi terbarunya; cukup install versi terbaru (yang akan terpasang di direktori yang berbeda dari versi sebelumnya), copy file-file konfigurasi yang lama — dan voila, selesai.
  3. Netral : apapun distro Linux yang anda gunakan, hampir bisa dipastikan bahwa LTSP bisa dipasang disitu.

Apakah LTSP itu sendiri ? Secara teknis, LTSP adalah satu set script yang memungkinkan kita menampilkan layar server di client, itu saja pada intinya. Tentu saja di dalamnya jauh lebih kompleks — ada fasilitas remote boot, remote file system, hardware auto detection, remote multimedia & output, dll.

Apakah ada kelemahan LTSP ? Tentu saja, tidak ada teknologi yang tidak mempunyai kelemahan. Sejauh ini ada beberapa, seperti penggunaan bandwidth yang agak lebih boros daripada Citrix (diperkirakan max. 50 client di satu segmen network 100 mbps), dan single point of failure di server.
Tapi ini semua bisa diatasi dengan perencanaan yang baik, rutinitas backup data yang dilakukan secara disiplin, dan strategi disaster recovery yang tepat (dimana proses recovery dapat dilakukan dalam hitungan menit saja).

Demikian sekilas informasi mengenai thin cllient & LTSP. Semoga bermanfaat.